Tak Ada Tempe, Kacang pun Jadi

Tak Ada Tempe, Kacang pun Jadi

- detikNews
Rabu, 23 Jan 2008 12:05 WIB
Bandung - Tahu dan tempe yang dulu makanan 'rendahan', kini menjadi makanan elit sejak harganya melonjak akibat kenaikan harga kedelai. Akibatnya, selain tidak bisa menikmati lezatnya tahu tempe, bukan tidak mungkin akan terjadi krisis protein.

Protein merupakan salah satu gizi yang penting bagi tubuh, apalagi dalam usia pertumbuhan, perlindungan jaringan tubuh dan masa penyembuhan. Oleh karenanya, menu tahu tempe sudah menjadi langganan di setiap rumah sakit.

Di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, kenaikan harga tahu tempe ini tidak berpengaruh terhadap penyediaan menu tahu tempe. Menurut Kepala Instalasi Gizi RS Hasan Sadikin, Miranti Gutawa, pasien tetap disuguhkan dengan porsi tahu tempe yang sama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Persediaan tahu tempe di rumah sakit saat ini memang masih memadai, kalau pun nanti berkurang pihak rumah sakit akan mencari alternatif.

"Protein itu kan tidak hanya dari tahu tempe, bisa juga dari kacang-kacangan. Jadi kalau nanti persediaan benar-benar terbatas, mungkin kita akan pakai alternatif protein dari kacang-kacangan." ujar Miranti di RS Hasan Sadikin, Selasa (22/1/08).

Menurut Miranti, kombinasi tempe dengan singkong atau makanan karbohidrat lainnya juga bisa menjadi alternatif. "Kombinasi itu tidak berbahaya, mungkin bisa juga jadi alternatif baru. Meskipun sebenarnya tempe lebih mudah untuk diolah tubuh, karena sudah difermentasi." tambah adik perempuan musisi Erwin Gutawa ini.

Selain mengkombinasikan tempe dengan jenis makanan lain, alternatif lain yang bisa jadi pilihan yaitu mengganti tempe dengan kacang-kacangan. Nilai protein yang terkandung dalam 20 gram tempe sama besarnya dengan dua setengah sendok makan kacang hijau. (twi/lom)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads