PSIK ITB Tolak PLTSa

PSIK ITB Tolak PLTSa

- detikNews
Minggu, 20 Jan 2008 13:34 WIB
Bandung - Pusat Studi Ilmu Kemasyarakatan (PSIK) ITB menolak pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah ( PLTSa) di daerah pemukiman. Amdal yang sedang diproses pun diharapkan memihak masyarakat.

Pernyataan sikap itu disampaikan dalam acara doa dan dzikir bersama warga komplek Griya Cempaka Arum, kecamatan Gede Bage, Minggu, (20/01/2008). Acara dihadiri oleh ratusan orang yang mengatasnamakan Aliansi Rakyat Tolak Pemaksaan Pabrik Sampah di Pemukiman (ART-P2SP).

Dalam sambutannya diakhir acara doa dan dzikir bersama tersebut, presiden PSIK ITB Ivan S menyatakan bahwa dia dan kawan-kawannya akan turut membantu warga desa Cimencrang, khususnya komplek Griya Cempaka Arum menolak pembangunan PLTSa di daerah pemukiman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami bersama kawan-kawan mahasiswa yang lain juga tidak setuju dengan pembangunan PLTSa di daerah pemukiman," katanya diiringi tepuk tangan warga.

Dukungan terhadap warga yang menolak pembangunan PLTSa sudah dimulai dari tahun lalu lewat konsolidasi dengan warga, khususnya dengan ART-P2SP. Di samping itu, PSIK kerap melakukan propaganda-propaganda di internal kampus ITB.

"Selama ini kami hanya sekadar melihat ke lokasi dan melakukan propaganda di kampus (ITB-red)," kata pria berkacamata itu yang datang bersama dengan 4 orang temannya dari PSIK ITB.

Menanggapi belum keluarnya hasil Amdal (Analisis mengenai dampak lingkungan), Ivan S berharap Amdal dapat memberikan hasil yang terbaik. "Semoga saja hasil dari amdal merekomendasikan tempatnya tidak cocok," harap Ivan.

Hal senada juga disampaikan Roni Muhammad Tabroni selaku ketua ART-P2SP. "Bagi kami, pindahkan lokasi PLTSa atau pindahkan kami," ujarnya sambil berkaca-kaca. (afz/lom)



Berita Terkait