Selain OSAS (Obstructive Sleep Apnea Syndrome), nama lain untuk mendengkur, masih banyak masalah gangguan tidur lainnya. Misalnya tidur berjalan, bicara sambil tidur, kram kaki waktu tidur bahkan ada juga kejang-kejang sewaktu tidur.
Masalah ini dapat diwaspadai dengan mengenali gejala-gejalanya. Beberapa gejalanya khas yakni, sulit memulai tidur, sering terbangun tengah malam atau sakit kepala di pagi hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibat dari gangguan tidur ini tidak bisa dianggap sepele. Mulai dari hal sederhana seperti turunnya produktivitas kerja, penderita gangguan tidur rentan dengan tekanan darah tinggi, stroke, penyakit jantung sampai impotensi.
"Gangguan ini baiknya segera diobati. Selain dari munculnya gejala-gejala gangguan tidur, kalau si pasien dan pasangannya merasa terganggu, baiknya segera diperiksakan," ujar Teguh di sela-sela soft launching Immanuel Sleep Laboratory, RS Immanuel Jalan Kopo Bandung.
Pengobatan yang ditawarkan untuk gangguan tidur ini makin berkembang. Diakui Teguh bahwa sudah sejak tiga tahun lalu dilakukan pengembangan Sleep Laboratory di Indonesia. Sekarang sudah ada tiga Sleep Laboratory di Indonesia, dua di Jakarta dan satu di Bandung. Konsep dari Sleep Laboratory ini sendiri untuk menganalisa stadium-stadium tidur dan kondisi fisik selama pasien tidur, menggunakan polisomnografi. Dari hasil pemeriksaan dapat dilakukan tindak pengobatan lebih lanjut.
"Pengobatan ini kami coba tawarkan dengan harga yang sebisa mungkin diterima masyarakat. Tapi layanan ini memang berkualitas dan efektif," ujar Teguh.
(twi/ern)











































