Pantauan detikFinance di distributor terbesar PT Limas Raga Inti, Jalan Emong Bandung, Senin (7/1/2008), antrean sepanjang 100 meter terjadi sejak pukul 10.00 WIB. Selain konsumen rumah tangga, tidak sedikit para agen yang ikut antre. Konsumen berdatangan silih berganti.
Menurut Asrul, agen dari Ciwastra, sudah satu minggu ini tidak ada pengiriman gas dari distributor. Padahal biasanya, pengiriman dilakukan setiap tiga hari sekali.
"Makanya saya antre disini. Karena tidak pernah dikirim," ungkap Asrul.
Kepala Bagian Penjualan PT Limas Raga Inti, Yono Syarief, mengatakan antrean ini disebabkan berkurangnya pasokan elpiji dari Pertamina.
"Bukan hanya di sini yang antre, di 17 distributor lainnya di Bandung juga antre," ujarnya.
Menurutnya, antrean juga tidak hanya terjadi di tingkat distributor, namun juga di Stasiun Pengisian dan Pengiriman Bulp Elpiji (SPPBE).
"Truk kami pun menginap di sana," ujarnya.
Yono menduga kelangkaan ini akibat terganggunya jalur distribusi pascalibur panjang beberapa waktu lalu.
Dia menambahkan kelangkaan ini tidak menyebabkan kenaikan harga elpiji untuk konsumen tingkat rumah tangga. Namun kenaikan terjadi pada konsumen industri yaitu kapasitas 50 kg, dari Rp 312.850 menjadi Rp 396.616,5.
"Baru naik hari ini berdasarkan surat edaran dari Pertamina," tambahnya.
(ern/qom)











































