Direktur utama RSHS, dr Cissy RS Prawira, mengemukakan rencana ini merupakan bagian dari departemen kesehatan. "Dari pemerintah pusat sudah mencanangkan program ini. Karena melihat kondisinya sekarang, banyak orang-orang yang berobat keluar negeri. Alasannya tidak puas dengan fasilitas domestik." ujarnya dalam jumpa pers di ruang sidang RSHS.
Awalnya pemerintah mencanangkan akan membentuk rumah sakit khusus yang berstandar internasional. Namun sulit terealisasi, maka untuk permulaan akan dibentuk diagnostic center. Fasilitas diagnostic center ini ditargetkan dapat terealisasi tahun 2008 ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cissy juga sempat menyinggung soal rekapitulasi kinerja RSHS tahun lalu. Dia mengemukakan bahwa saat ini sedang proses pembayaran utang askeskin oleh pemerintah. "Sejauh ini sudah terlengkapi 80%, kita mengharapkan bisa selesai secepatnya. Jadi ketika peralihan manajemen di bulan April nanti bisa lebih mudah." ujarnya lagi.
Untuk tahun ini, RSHS masi memiliki persediaan obat-obatan dan peralatan medis senilai 4 milyar rupiah. Cissy memperkirakan persediaan ini bisa bertahan sampai bulan Maret atau April tahun ini. "Tentu persediaan akan terus kita perbaharui, apalagi dengan program standar internasional yang mau kita realisasikan." ujarnya menutup pembicaraan. (twi/ern)











































