Ridwan Kamil Fokus Tangani Omicron di Bodebek dan Kota Bandung

Sudirman Wamad - detikNews
Rabu, 16 Feb 2022 09:18 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil turut hadiri peringatan Hari Antikorupsi Sedunia di KPK. Ia pun mendapat penghargaan dari KPK saat hadiri acara tersebut.
Gubernur Jabar Ridwan Kamil (Foto: Pradita Utama/detikcom)
Bandung -

Jabar menjadi daerah penyumbang kasus harian COVID-19 terbanyak di Indonesia. Kemarin, dari data Humas BNPB, penambahannya di Jabar sebanyak 14.058 kasus. Melebihi puncak varian COVID-19 Delta.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan puncak varian Omicron di Jabar ini hanya terjadi di Bodebek dan Kota Bandung. Di luar daerah tersebut, menurut dia, yaitu Sumedang, Majalengka, Ciamis dan Cianjur memiliki angka kasus COVID-19 sekitar 15 persen dari total. Daerah lainnya tak terlalu tinggi.

"Jadi makanya fokus Jabar ini menyelesaikan Omicron di Bodebek dan Kota Bandung," kata gubernur yang akrab disapa Emil itu, Rabu (16/2/2022).

Emil menjelaskan kasus COVID-19 varian Omicron berbeda dengan Delta. Salah satu indikatornya adalah keterisian tempat tidur rumah sakit pada gelombang penyebaran Omicron ini tak terlalu tinggi dibandingkan Delta.

"Sekarang rumah sakit tak terlalu tertekan. Tingkat kesembuhannya tiga harian (Omicron). Daya fatalitasnya tidak seperti Delta. Kalau Delta 13 kali lipat lebih parah dari flu, kalau Omicron dua kali lipat dari flu," ujar Emil.

Dia menjelaskan kasus akan turun kembali setelah melewati gelombang puncak penyebaran. "Hitungan dua minggu itu turun. Harusnya sudah (puncak gelombang Omicron)," kata Emil.

Dikutip dari laman pikobar.jabarprov.go.id, yang dilihat pada Rabu (16/2) menyebutkan, data terbaru pada Selasa (15/2) pukul 17.00 WIB, jumlah penambahan kasus COVID-19 di Jabar mencapai 14.058 jiwa. Meninggal 11 pasien. Dan, 5.739 dilaporkan sembuh.

(sud/bbn)