Kota Bandung

PPKM Level 3 Bandung Diperpanjang, Pemkot Perketat Wilayah

Rifat Alhamidi - detikNews
Selasa, 15 Feb 2022 14:30 WIB
Virus Omicron di Indonesia Belum Terdeteksi, Ini Langkah Pencegahan Pemerintah
Ilustrasi virus Corona (Ilustrator: Edi Wahyono/detikcom)
Bandung -

Sejumlah aturan pengetatan wilayah di Kota Bandung kembali dilanjutkan setelah pemerintah memutuskan memperpanjang PPKM Level 3. Aturan penerapan ganjil genap di lima gerbang tol hingga pengurangan kapasitas dan jam operasional di sarana publik dipastikan akan berlaku lagi hingga sepekan ke depan.

Sekda Kota Bandung Ema Sumarna mengatakan pengetatan wilayah masih diberlakukan sesuai Peraturan Wali Kota (Perwal) Bandung Nomor 15 Tahun 2022. Pemkot belum berencana menambah aturan pengetatan kembali dan masih mengacu terhadap perwal tersebut.

"PPKM masih berjalan, Inmendagri (Intruksi Mendagri) kan diperpanjang, kita masih di Level 3. Perwalnya masih berlaku dengan yang di saat ini, karena saya melihat belum ada perubahan signifikan mengenai subtansi," kata Ema kepada detikcom di Jl Arjuna Cicendo, Kota Bandung, Selasa (15/2/2022).

Menurut Ema, pemkot belum memutuskan untuk memperluas area pengetatan seperti penutupan jalan hingga penerapan ganjil genap di lima gerbang tol. Pasalnya, ia menyebut aturan pengetatan itu sudah cukup efektif untuk menekan mobilitas masyarakat.

"Kalau untuk pengendalian jalan sudah cukup baik, saya pikir masih seperti sekarang tidak ada perluasan. Tapi yang namanya pengendalian, itu yang harus dimaksimalkan. Termasuk juga di hari-hari weekend, itu yg harus ditekan," kata Ema.

Namun demikian, ia tak menampik tambahan kasus aktif di Kota Bandung setiap harinya terus melonjak. Terhitung hingga hari ini, data yang ia terima kasus aktif Corona telah mencapai 5.333 kasus dengan tingkat positivity rate 7,83 persen.

Ema mendorong perangkat kecamatan dan kelurahan supaya mengaktifkan kembali posko-posko pengetatan di wilayah. Terutama dalam menekan mobilitas masyarakat.

"Jadi sekarang harapan kita gugus tugas kecamatan kelurahan itu maksimal lah, walaupun jumlah kasus hariannya sudah menurun. Poskonya itu saya minta berjalan kembali, RT/RW dan tokoh masyarakat harus ikut bergerak," ujar Ema.

(ral/bbn)