Kota Sukabumi

Makam Korban COVID-19 di Sukabumi Tersisa Seribu Meter Lagi, Masih Cukup?

Siti Fatimah - detikNews
Jumat, 11 Feb 2022 10:36 WIB
TPU Pedurenan, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, Jawa Barat merupakan tempat pemakaman khusus Covid-19 di Kota Bekasi. Belakangan, jumlah orang yang dimakamkan di TPU ini semakin banyak seiring melonjaknya kasus. Akibatnya, Tempat Pemakaman Umum (TPU), harus dibuka 24 jam nonstop, guna menghindari penumpukan jenazah di rumah sakit maupun luar rumah sakit.
Ilustrasi pemakaman korban COVID-19 (Foto: Rengga Sancaya)
Sukabumi -

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Sukabumi, Asep Irawan mengungkapkan, sisa luas tempat pemakaman umum (TPU) khusus COVID-19 di Kota Sukabumi masih tersisa sekitar seribuan meter.

TPU khusus COVID-19 itu berada di TPU Taman Rohmat, Jalan Pramuka, Gedong Panjang, Kecamatan Citamiang, Kota Sukabumi.

"Ada sebagian blok yang dikhususkan untuk itu paling 1000-an meter ada, ada 3000 meter-an lah paling itu baru 50% (terisi) yang khusus COVID-19," kata Asep kepada detikcom, Jumat (11/2/2022).

Meski tersisa seribuan meter, Asep menyebut, kapasitas lahan pemakaman tersebut masih aman dan potensinya masih mencukupi kebutuhan masyarakat. Bahkan saat puncak kasus COVID-19 Juli 2021 lalu, kata dia, pemakaman tersebut dapat menampung belasan jenazah per hari.

"Jadi kita sudah menyediakan lahan pemakaman khusus COVID-19 di makam Rohmat. Jadi di situ dulu juga dan sampai saat ini potensinya masih ada, masih cukup lah," ujarnya.

Pihaknya juga menyiapkan strategi jika terjadi lonjakan warga yang meninggal karena COVID-19. Asep bilang, ada opsi untuk memperluas lahan pemakaman dengan membebaskan lahan masyarakat.

"Ke depan kita harapkan nggak (terpakai), tapi kita masih siap. Pasukan siap, APD nya juga siap. Opsi pilihan itu mungkin memperluas ke arah pemakaman, jadi membebaskan lagi lahan masyarakat kalo masih memungkinkan," kata dia.

"Artinya covid itu kan tidak main-main harus jauh dari masyarakat, tapi di situ masih cukup memadai dan kita berharap tidak banyak yang mengisi," pungkas Asep.

(yum/bbn)