ADVERTISEMENT

Kabupaten Karawang

Korban Rugi Rp 800 Juta, Polisi Usut Penipuan Arisan Online

Yuda Febrian Silitonga - detikNews
Selasa, 08 Feb 2022 15:00 WIB
Ilustrasi Penipuan
Ilustrasi kasus penipuan (Ilustrator: Mindra Purnomo/detikcom)
Karawang -

Arisan online berkedok investasi menjadi perbincangan warganet di Karawang. Para korban penipuan itu merugi ratusan juta rupiah.

Mencuatnya penipuan arisan online ini berawal dari ramainya curhatan di media sosial Karawang. Salah satu korban, inisial AN (28), mengaku rugi Rp 8 juta gegara arisan online tersebut.

"Jadi awalnya aku tertarik karena yang mengajak itu teman dekat, terus dia menawarkan investasi skemanya mirip arisan. Terus aku ikut November 2021 dan TF (transfer) 8 juta 100 ribu rupiah, 100 ribu itu buat administrasi. Sebulan setelah akan dijanjikan mendapatkan 10 juta atau keuntungan 2 juta," kata dia melalui sambungan telepon, Selasa (8/2/2022).

Ia mengungkap arisan online ini menawarkan sistem 'Get' lebih besar dari 'Pay' sesuai tanggal. "Contoh, pay empat juta rupiah bulan November dan get lima juta tanggal 3 Desember. Anggota arisan ini tidak perlu mengangsur dalam periode tertentu, seperti arisan pada umumnya, hanya menunggu tanggal pendapatannya," tutur dia.

Setelah lewat dari sebulan, banyak korban lainnya ikut buka suara soal arisan online ini. "Jadi bukan aku saja. Banyak lagi teman yang jadi korban, bahkan puluhan juta rupiah ruginya," kata dia.

Kasat Reskrim Polres Karawang AKP Oliestha Wicaksana membenarkan adanya kasus penipuan arisan online. "Terkait ramainya arisan online ini, sudah tiga korban yang melapor. Kerugian mencapai 800 juta rupiah," kata Oliestha saat dihubungi.

Polisi tengah mengusut kasus penipuan arisan online ini. "Sudah kami kantongi nama-nama tersangka," ujar Oliestha.

(bbn/yum)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT