ADVERTISEMENT

Jabar Kebut Pembangunan Tol-TPPAS Lulut Nambo di 2022

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Kamis, 03 Feb 2022 21:32 WIB
Tol Cileunyi Sumedang Dawuan (Cisumdawu) seksi 1 ruas Cileunyi-Pamulihan mulai beroperasi hari ini. Namun di hari pertama beroperasi, arus lalu lintas masih cukup lengang.
Tol Cisumdawu (Foto: Wisma Putra)
Bandung -

Pemerintah Provinsi Jawa Barat tengah menggeber penyelesaian beragam proyek strategis di Jawa Barat hingga akhir tahun 2022. Beragam proyek mulai dari akses tol hingga TPPAS Nambo di Bogor.

"Masyarakat antusiasmenya tinggi untuk penyelesaian proyek-proyek itu," ucap Dirut PT Jasa Sarana Hanif Mantiq kepada wartawan, Kamis (3/2/2022).

Untuk proyek tol, ada dua tol yang akan diselesaikan dan digarap tahun ini yakni tol Cisumdawu dan Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap (Getaci). Untuk tol Cisumdawu, saat ini tengah dipercepat seiring mulai beroperasinya seksi 1 Cileunyi-Pamulihan.

Sementara untuk proyek Tol Getaci, PT Jasa Sarana selaku BUMD Jabar turut terlibat sebagai konsorsium dalam proyek dengan nilai investasi mencapai Rp 56,2 triliun tersebut.

"Tol Bandung-Cilacap juga sudah mulai digelar tahun ini, kami menjadi bagian dari badan usaha jalan tol. Target awal pembangunan mulai dari Bandung sampai Tasikmalaya, kita optimis karena pemerintah sudah memprioritaskan proyek ini," kata dia.

Selain itu, Pemprov Jabar juga saat ini terlibat dan mendapat penugasan pembebasan lahan dan penyusunan detail engineering design (DED) jalan tengah selatan (JTS) sebagaimana amanat Perpres nomor 87 tahun 2021 tentang percepatan pembangunan kawasan Rebana dan kawasan Jabar bagian selatan.

"Kita persiapan untuk pembangunan JTS, tugas Jasa Sarana membebaskan lahan dan menyusun DED, belum masuk ke konstruksi," tutur dia.

Selain proyek yang berhubungan dengan jalan, Pemprov Jabar juga tengah mempercepat pengoperasian tempat pengolahan dan pemrosesan akhir sampah (TPPAS) Nambo di Bogor. Area itu ditargetkan selesai dan bisa beroperasi di tahun ini.

"Target kami semester 1 2022 sudah bisa beroperasi sebagian, nanti full-nya di akhir tahun," kata dia.

Dia menambahkan berbagai persiapan dilakukan untuk merampungkan pekerjaan rumah (PR) tersebut. Penyelesaian yang dilakukan mulai dari sisi bisnis hingga pembiayaan.

"Berbagai kesiapan sudah kami tempuh baik dari segi alternatif skema bisnis, pembiayaan dan penentuan partner yang akan bekerjasama tentu saja terus dilakukan berdasarkan kaidah Manajemen Risiko dan Good Corporate Governance yang berlaku," katanya.

(yum/bbn)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT