ADVERTISEMENT

Empat Pejabat Cianjur Positif COVID-19, Diduga Varian Omicron

Ismet Selamet - detikNews
Senin, 31 Jan 2022 18:13 WIB
Omicron Variant on test tube - New Variant of Covid 19
Foto: Ilustrasi (Getty Images/iStockphoto/DMEPhotography).
Cianjur -

Empat orang pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cianjur positif COVID-19 diduga merupakan varian Omicron. Dua di antaranya merupakan pejabat eselon II atau kepala dinas.

Bupati Cianjur Herman Suherman menjelaskan temuan kasus baru COVID-19 di Cianjur bermula dari adanya salah seorang pejabat eselon III yang mengalami sakit dan gejalanya mengarah pada COVID-19. Pejabat yang baru pulang dari luar kota itu kemudian menjalani tes dan terkonfirmasi positif COVID-19.

"Dari pejabat tersebut dilakukan tracking dan tracing, diketahui ada kontak erat dengan pejabat lainnya. Dan didapati total ada empat orang pejabat yang positif, dua di antaranya eselon II atau kepala dinas," ujar Herman, Senin (31/1/2022).

Selain empat pejabat tersebut, Herman menyebut ada empat orang lainnya yang merupakan keluarga dari salah seorang pejabat yang juga positif COVID-19.

"Jadi pejabat tersebut sempat hadir dalam acara rapat, tapi karena prokes ketat jadi tidak ada yang terpapar. Tapi ketika pulang, tidak prokes sehingga keluarganya positif COVID-19. Total jadi ada 8 orang yang positif," ungkap Herman.

Sementara itu, Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi Gugus Tugas COVID-19 Cianjur Yusman Faisal mengatakan empat pejabat yang positif dan keluarganya saat ini sudah menjalani isolasi di pusat isolasi.

Menurutnya mereka juga sudah diambil sampel darahnya untuk ditest lebih lanjut di Labkesda Jawa Barat. Pasalnya mereka diduga terpapar varian Omicron.

"Penyebaran yang terjadi cepat diklasifikasikan diduga COVID-19 varian Omicron. Tapi baru dugaan, untuk pastinya menunggu hasil laboratorium. Sampel darahnya sudah kita serahkan ke provinsi," ucapnya.

Yusman mengatakan pihaknya juga akan kembali melakukan test PCR pada pejabat di lingkungan Pemkab Cianjur untuk memastikan tidak ada lagi yang terpapar.

"Kita akan cek kesehatannya, kemarin baru test antigen. Tapi akan dilakukan test ulang secara PCR," ujarnya.

(mso/mso)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT