ADVERTISEMENT

Kabupaten Cirebon

Umpatan Konsumen Bikin Massa Ojol Geruduk Balai Desa di Gunungjati

Sudirman Wamad - detikNews
Senin, 31 Jan 2022 17:37 WIB
Tangkapan layar video viral / Ojol geruduk Balai Desa Jadimulya Cirebon
Foto: Tangkapan layar video viral / Ojol geruduk Balai Desa Jadimulya Cirebon
Cirebon -

Massa ojek online (ojol) menggeruduk Balai Desa Jadimulya, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Aksi itu dipicu karena salah satu ojol tak terima dengan umpatan konsumen.

Video aksi massa ojol itu beredar di jagat maya dan aplikasi perpesanan. Mereka kecewa dengan ulah salah seorang konsumen. Tak hanya itu, dalam video lainnya menampilkan percakapan antara ojol dan salah seorang konsumen.

Konsumen berkata kasar dan mengumpat karena ojol tak langsung menemui titik pengiriman. Ojol sempat melewati titik pengiriman. Namun, konsumen tak terima dan mengumpat.

Tak terima dengan ulah konsumen, ojol langsung memberitahu rekannya dan menuntut konsumen hingga dimediasi pihak kepolisian di Balai Desa Jadimulya.

Kapolsek Gunungjati Polres Cirebon Kota AKP Abdul Majid membenarkan kejadian tersebut. "Bermula dari kesalahpahaman konsumen. Ya menyampaikan kata-kata tak layak. Ojol merasa tersinggung," kata Majid saat ditemui detikcom di Balai Desa Jadimulya, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Senin (31/1/2022).

Majid mengatakan, massa sempat mendatangi rumah konsumen. Namun, karena kondisi tak memungkinkan. Akhirnya dibawa ke balai desa untuk dimediasi.

"Kita hanya pengamanan. Sudah kita mediasi. Sudah kita bantu masalah ini. Semua santun dan menyampaikan aspirasinya," kata Majid.

Dalam mediasi itu, Majid mengatakan konsumen sudah menyatakan permintaan maaf secara terbuka. Pihak ojol sudah menerima dan memaafkannya.

"Kejadiannya pagi. Sudah membubarkan diri. Sudah selesai," ucap Majid.

Sementara itu, Kepala Desa Jadimulya Arkiman mengatakan kejadian antara konsumen dan ojol harus menjadi pelajaran bersama. Arkiman berharap masyarakatnya bisa bijak dalam menggunakan media sosial (medsos).

"Berharap semua memaklumi. Ini menjadi pelajaran agar masyarakat lebih berhati-hati berucap," kata Arkiman.

(yum/bbn)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT