BPBD Ungkap 4 Fakta Pergerakan Tanah di Lebak Banten

Fathul Rizkoh - detikNews
Jumat, 28 Jan 2022 17:07 WIB
Rumah terdampak pergerakan tanah di Kampung Kebon Kelapa, Desa Cilangkap, Kecamatan Kalanganyar, Lebak dirobohkan. (Foto: Fathul Rizkoh)
Warga robohkan rumahnya yang terdampak pergerakan tanah di Lebak, Banten (Foto: Fathul Rizkoh/detikcom)
Lebak -

Pergeseran tanah terjadi pada Kamis (27/1) pukul 15.00 WIB di Kampung Kebon Kelapa, Desa Cilangkap, Kecamatan Kalanganyar, Lebak. Kejadian itu terus dikaji lantaran berdampak pada tiga bangunan.

kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak Febby Rizky Pratama mengungkap beberapa fakta dari fenomena tersebut. Berikut fakta-faktanya.

1. Hujan Deras dan Lokasi Dekat Sungai

Febby mengatakan, pergerakan tanah dilaporkan pertama kali pada Selasa (25/1) dipicu oleh hujan deras. Saat itu, laporan yang Dia dapat hanya retakan ringan.

"Salah satu penyebab erosi di sungai akibat tekanan air dan hujan yang turun di lokasi tanah yang lunak. Kondisinya hari Selasa hujan deras di lokasi ini," ujar Kepala BPBD Lebak Febby Rizky Pratama kepada awak media di lokasi, Jumat (28/1/2022).

Sekitar 20 meter di belakang rumah terdampak, terdapat aliran sungai Ciujung. Lokasinya yang dekat, diperkirakan jadi salah satu faktor bergeraknya tanah.

"Di belakang ada sungai Ciujung, kira-kira jaraknya 20 meter. Lokasinya (bangunan terdampak) persis dibelokan aliran sungai. Kami masih berasumsi bahwa ada tembakan arus sungai yang kencang di lokasi rumah," katanya.

2. Masuk Wilayah Potensi Pergerakan Tanah

Febby mengatakan, Kecamatan Kalanganyar termasuk wilayah dengan potensi pergerakan tanah yang tinggi. "Kalanganyar merupakan salah satu daerah resiko menengah tinggi pergerakan tanah. Itu dilansir Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. Di bulan Februari, ada 16 kecamatan (potensi pergerakan tanah) salah satunya Kalanganyar," ungkapnya.

BPBD memprediksi tanah akan terus bergerak. Hal itu ditinjau dari hasil kajian sementara dan kasus serupa yang terjadi di daerah Jampang, Lebak.

"Kami lebih memikirkan gambaran yang lebih besar, apa akan seperti ini saja atau berdampak pada wilayah di sebrangnya," tambahnya.

3. Dampak Pergerakan Tanah

Tiga rumah rusak dan perkarangan amblas akibat fenomena ini. Tanah diketahui bergerak turun hingga 1,5 meter.

"Tim kajian tadi meninjau lokasi, retakan tanah mencapai 500 meter. Sementara tanah amblas sekitar 200 meter," tuturnya.

4. Kerugian Ditaksir Capai Rp 250 Juta

BPBD dan tim teknis tengah menghitung kerugian akibat fenomena ini. "Kerugian masih kami hitung. Tapi kerusakan bangunan ditaksir mencapai Rp 250 juta," paparnya.

Dalam menangani fenomena ini, BPBD telah memberikan bantuan kedaruratan. Tindakan selanjutnya masih menunggu hasil komunikasi dengan pemilik rumah.

"Mau direlokasi atau sebagainya. Kalo butuh bansos tidak terencana (Bansos TT) kita bantu ajukan ke Dinsos, kalo perlu relokasi akan kami lakukan," imbuhnya.

Terakhir, Febby mengimbau kepada warga disepanjang bantaran sungai Ciujung untuk tetap waspada. "Karena ini melintang di jalur sungai (retakan tanah), segera mengumpulkan barang disatu titik agar jika terjadi bencana ada waktu evakuasi dini," pungkasnya.

Keterangan foto: Dampak pergerakan tanah di Kampung Kelapa, Desa Cilangkap, Kecamatan Kalanganyar, Lebak. (Foto: Fathul Rizkoh)

Simak juga video 'Sejumlah Daerah di Tasikmalaya Longsor dan Alami Pergerakan Tanah!':

[Gambas:Video 20detik]



(yum/bbn)