Insiden Ricuh GMBI, Polisi Sebut Pedemo Dibayar Rp 20 Ribu

Nur Azis, Hakim Ghani - detikNews
Jumat, 28 Jan 2022 15:01 WIB
Ormas GMBI menendang pagar Polda Jabar
Demo ricuh massa ormas GMBI di depan Mapolda Jabar. (istimewa)
Sumedang -

Polres Sumedang mengamankan 135 orang berkaitan demo ricuh di depan Mapolda Jabar, Kota Bandung. Dari jumlah tersebut, 103 orang merupakan anggota ormas Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) dan 32 lainnya warga bukan anggota GMBI.

Mereka yang diamankan dikumpulkan di halaman Mako Polres Sumedang, Jumat (28/1/2022) pagi. Lengkap dengan seragam loreng bercorak warna abu, hitam dan oranye khas seragam GMBI, mereka duduk bersila sambil mendengarkan arahan polisi.

Humas Polres Sumedang AKP Dedi Juhana menjelaskan Polres Sumedang menerima limpahan dari Mapolda Jabar sebanyak 135 orang yang ditangkap usai demo ricuh di Mapolda Jabar, Kamis (27/1) kemarin.

Dedi mengungkapkan pedemo yang ikut unjuk rasa di Polda Jabar itu mendapat bayaran dengan nominal bervariasi. "Menurut keterangan mereka setelah tadi diperiksa, mereka ikut demo ada yang dibayar Rp 20 ribu, Rp 30 ribu sampai Rp 50 ribu," kata Dedi.

Mereka yang diamankan itu selanjutnya akan dibina pihak Polres Sumedang. "Tindakan selanjutnya akan dilakukan pembinaan kepada anggota GMBI dan masyarakat yang ikut demo di Polda Jabar kemarin," tutur Dedi.

Anggota GMBI Garut Diimbau Hargai Proses Hukum

Kapolres Garut AKBP Wirdhanto Hadicaksono mengimbau anggota GMBI di Garut tetap tenang dan tak terpancing aksi kemarin. Wirdhanto minta mereka menghargai proses hukum yang sedang berjalan.

"Kami menekankan agar para anggota LSM GMBI khususnya yang ada di Garut untuk tidak terpancing dan menghargai proses hukum yang sedang berjalan," ujar Wirdhanto kepada wartawan, Jumat (28/1/2022).

Wirdhanto menegaskan agar para personel GMBI di Garut untuk tunduk kepada hukum dan menghargai prosesnya. Pihaknya akan mengambil langkah tegas jika ada aksi susulan buntut dari aksi unjuk rasa kemarin.

"Kami akan lakukan tindakan tegas," katanya.

Sementara itu, buntut dari aksi unjuk rasa yang berakhir anarkis kemarin, hingga Jumat siang ini pihak kepolisian masih melakukan kegiatan preemtif terhadap para anggota LSM tersebut.

"Tujuannya untuk mengantisipasi terjadinya aksi provokasi," ujar Wirdhanto.

Lihat juga video 'Mencekam! Ormas di Karawang Bentrok, 1 Mobil Hancur dan 2 Orang Luka':

[Gambas:Video 20detik]



(mso/bbn)