Lokasi Vaksin Booster di Bandung, Catat Syaratnya!

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Rabu, 26 Jan 2022 13:05 WIB
Vaksinasi booster di Bandung
Foto: Vaksinasi booster di Bandung (Dony Indra Ramadhan/detikcom).
Bandung -

Pemkot Bandung mulai menggenjot vaksinasi booster. Fasilitas kesehatan (faskes) seperti Puskesmas hingga rumah sakit disiapkan untuk jadi lokasi vaksinasi dosis ketiga itu.

"Prioritasnya di faskes pemerintah, terutama di puskesmas dan di Rumah Sakit pemerintah," ujar Kabid Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinas Kesehatan Kota Bandung Yorisa Sativa saat pelaksanaan vaksinasi booster massal di Grand Ballroom Sudirman, Kota Bandung, Rabu (26/1/2022).

Yorisa mengatakan untuk tahap ini pihaknya memprioritaskan lansia dan warga Kota Bandung. Untuk lansia, penyuntikan vaksin bisa dilakukan di puskesmas mana saja tak perlu sesuai domisili. Sedangkan non lansia wajib sesuai domisili yang tertera dalam KTP.

Syarat lainnya, kata dia, penerima vaksin booster harus mengambil jarak enam bulan sejak disuntik vaksin dosis kedua.

"Untuk di atas 18 (tahun) itu harus diprioritaskan warga Kota Bandung dan bisa diakses di 30 kecamatan, 28 puskesmas dan 3 RS pemerintah," ucap dia.

Pelaksanaan vaksinasi massal juga dilakukan Pemkot Bandung bekerja sama dengan Masyarakat Tionghoa Peduli (MTP). Total ada 1.700 warga beragam usia menjalani vaksinasi di Grand Ballroom Sudirman.

"Ada target melakukan vaksinasi booster sebanyak 1.700 orang, prioritas adalah lansia dan di atas 50 persen banyak lansia dari kecamatan Andir," katanya.

Sementara itu, Koordinator II MTP Djoni Toat menuturkan booster yang disuntikan kepada 1.700 warga ini sudah disiapkan. Adapun jenis vaksin yang disuntikan berupa Pfizer.

"Jenis vaksin yang kita berikan hari ini adalah Pfizer," katanya.

Dia mengatakan sejak pandemi COVID-19 terjadi di dalam negeri, pihaknya melakukan berbagai upaya untuk penanggulangan. Termasuk proses vaksinasi.

"Sekitar mungkin 40 ribu (dosis vaksin) dan kita sudah semakin solid karena kita sudah punya tenaga relawan yang patuh di kita di masyarakat dan tenaga kesehatan dokter sudah mencapai angka 200 dan relawan lainnya admin total ada 500 yang bekerja untuk kami secara sukarela," katanya.

(dir/mso)