Warga Cianjur Serbu Operasi Pasar Minyak Goreng BUMN

Ismet Selamet - detikNews
Minggu, 23 Jan 2022 15:07 WIB
Cianjur -

Ratusan warga menyerbu operasi pasar minyak goreng yang digelar BUMN dan PTPN VIII di Alun-alun Cianjur, Minggu (23/1/2022). Warga rela antre panjang lantaran stok minyak goreng murah di toko modern habis.

Warga didominasi ibu-ibu itu rela mengantre hingga beberapa jam untuk mendapat minyak goreng yang dibanderol Rp 14 ribu per liter. Antrean bahkan terjadi dari tugu Al-Quran hingga pintu masuk kedua Alun-alun Cianjur.

Siti Saadah (31), warga Kecamatan Karangtengah, sengaja datang ke Alun-alun Cianjur hanya untuk membeli minyak goreng murah. "Datang ke sini sengaja beli minyak goreng. Saya beli dua liter harganya itu Rp 28 ribu, satu liternya hanya Rp 14 ribu. Jauh dari harga sekarang di pasar tradisional atau di warung yang harganya masih Rp 20 ribu per liter," ujar Siti.

Senada diungkapkan Nurjanah (35), warga asal Kecamatan Cilaku. Dia ikut mengantre di lokasi tersebut lantaran harga minyak goreng di pasar masih tinggi, bahkan minyak goreng yang harganya Rp 14 ribu di toko modern juga habis.

Pantauan detikcom, rak penyimpanan minyak goreng di beberapa toko modern kosong. Bahkan stok untuk dua hari pun habis dalam beberapa jam.

"Iya karena harga di warung masih mahal. Tadinya mau beli ke toko modern, tapi ternyata sudah habis dari kemarin. Makanya sengaja datang ke sini, rela antre dari jam tujuh pagi sampai siang," kata Nurjanah.

Kasubag Komunikasi PTPN VIII Veny Octariviani mengatakan dalam gelaran operasi pasar tersebut pihaknya menyediakan stok minyak goreng sebanyak 9.000 liter. "Untuk pembelian kita batasi tiga liter per orang. Minyak ini kita buat sendiri dari sawit dengan kualitas premium. Dengan adanya bazar ini mudah-mudahan bisa membantu warga di tengah mahalnya harga minyak," tutur Venny.

Menteri BUMN Erick Thohir menjelaskan operasi pasar murah di Cianjur merupakan arahan dari Presiden Joko Widodo berkaitan tingginya harga minyak goreng. Menurutnya, PTPN menyiapkan seperempat dari kapasitas produksi untuk operasi pasar di berbagai daerah.

"Kita awali dari Jawa Barat, salah satunya Cianjur. Setiap bulannya kita siapkan ratusan ribu liter minyak untuk operasi pasar yang diharapkan dapat membantu kaum ibu untuk mendapatkan minyak goreng dengan harga terjangkau," kata Erick.

Erick meminta pihak swasta untuk membantu atau berkontribusi dalam menekan harga minyak di pasaran. "Kita mohon juga pihak swasta yang (produksi minyak gorengnya) jauh dari kami, mendorong yang diminta oleh bapak presiden. Tidak mungkin kita selesaikan isu kenaikan ini sendiri-sendiri. Saya meminta swasta kontribusi dengan kesepakatan dengan Menko Airlangga," ucap Erick menegaskan.

(bbn/bbn)