Permintaan Perahu Kayu Turun Seiring Cepat Surutnya Banjir Bandung

Yuga Hassani - detikNews
Kamis, 20 Jan 2022 17:11 WIB
Perajin perahu kayu asal Mekarsari, Kabupaten Bandung mengalami penurunan pesanan karena banjir cepat surut
Perajin perahu kayu asal Mekarsari, Kabupaten Bandung mengalami penurunan pesanan karena banjir cepat surut (Foto: Yuga Hassani/detikcom)
Bandung -

Permintaan perahu kayu di Baleendah terus menurun seiring dengan cepat surutnya banjir di wilayah selatan Kabupaten Bandung. Hal itu, dikatakan perajin perahu asal Kampung Mekarsari, Abah Karun (65) yang hanya mendapatkan beberapa pesanan tiap pekannya.

"Wah sekarang mah lagi sepi orderannya. Paling-paling satu minggu dapat dua orderan. Orderan saat ini ke Saguling, Batujajar, kemudian ke tempat rekreasi-rekreasi, bahkan hingga bisa ke Kadipaten Sumedang," ujar Karun saat ditemui di Kampung Mekarsari, Kelurahan Baleendah, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Kamis (20/1/2022).

Berbeda halnya dulu ketika musim banjir, Karun mengaku bisa mendapat orderan hingga mencapai puluhan per bulannya. Perahu yang dibuat oleh Abah Karun dibutuhkan bila terjadi banjir di Kabupaten Bandung akibat meluapnya Sungai Citarum. Fungsi perahu tersebut sebagai alat trasportasi atau evakuasi warga yang terjebak banjir.

"Dulu saat banjir sering terjadi, orderan bisa sampai 40 perahu per bulannya. Waktu banjir dulu orderan bisa banyak, seperti ke Parunghalang, Bojongasih, Cibadak, Ciputat, hingga Andir," katanya.

Abah Karun mengaku telah menjalankan profesinya sebagai perajin perahu kayu sejak tahun 1978. Bahkan, kata dia, ribuan perahu kayu telah dibuatnya untuk pemerintah dan masyarakat sekitar.

"Pembuatan perahunya dikerjakan dalam waktu 3 sampai 4 hari, baru bisa menghasilkan satu perahu. Harga satu perahunya bermacam-macam, ada yang Rp2 juta, Rp2,5 juta, Rp3 juta," ucapnya.

Pihaknya menjelaskan kayu untuk produksi perahu diambil dari Cikalong, Banjaran. Dengan itu, kata dia, kayu yang diproduksi lebih kuat.

"Selain itu penjualan seperti ke tempat rekreasi, Situ Cileunca, tapi ukurannya yang besar-besar Harganya pun lumayan, sekitar Rp 9 juta ke atas," ujar Karun.

(yum/bbn)