Arteria Minta Kajati Dicopot Gegara Bicara Sunda, Ini Respons Gelora Jabar

Wisma Putra - detikNews
Rabu, 19 Jan 2022 20:13 WIB
Haris Yuliana
Foto: Ketua DPW Gelora Jabar Haris Yuliana (Whisnu Pradana/detikcom).
Bandung -

Pernyataan Arteria Dahlan yang meminta Kepala Kejaksaan Tinggi dicopot gegara berbicara Bahasa Sunda menuai kecaman dari berbagai pihak. Pernyataan itu dinilai tidak pantas diucapkan oleh seorang pejabat publik.

Ketua DPW Partai Gelora Jawa Barat Haris Yuliana juga menyesalkan pernyataan dari politisi PDIP tersebut. Dia menyebut apa yang disampaikan Arteria sangat mencederai warga Sunda.

Selain itu, kata dia, pernyataan Arteria bukan hanya menyinggung warga Sunda. Tapi, lanjut Haris, kampanye tentang toleransi yang selama ini digaungkan menjadi sia-sia.

"Ini bukan hanya masalah ketersinggungan tentang orang Sunda, namun jauh dari itu pernyataan Arteria ini bisa memicu isu disintegrasi bangsa," kata Haris dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Rabu (19/1/2022).

Haris menyatakan Arteria Dahlan harusnya bangga, karena para pejabat di Indonesia masih menggunakan bahasa daerah meski dalam forum resmi. Hal itu, kata dia, menjadi ciri keberagaman dan besarnya budaya Indonesia.

"Kita ini dibesarkan atas keragaman, kita akan menjadi bangsa besar dan berwibawa di dunia global dengan modal keragaman ini," ungkapnya.

Menurutnya, di tengah gempuran globalisasi, justru bahasa daerah jangan pernah dilupakan. Karena itu menjadi keunikan bangsa Indonesia.

"Perbedaan bangsa kita dengan bangsa lain, kita punya keunikan, meski banyak perbedaan dari segi budaya ban bahasa, namun tetap satu tujuan. Dan yang paling penting menghargai satu sama lain," katanya.

Demi kepentingan apapun, lanjut Haris jangan ada lagi yang mengobok-obok keberagaman bangsa Indonesia. "Siapa pun tidak boleh mengganggu keutuhan bangsa ini dengan isu ego sektoral yang hanya mementingkan kepentingan politik satu pihak saja," katanya.

"Jangan karena saat ini sedang berkuasa lalu seenaknya memberikan pernyataan tanpa memikirkan akibat dari pernyataan tersebut," pungkasnya.

Sebelumnya, saat rapat kerja bersama Jaksa Agung ST Burhanuddin, Senin (17/1), Arteria meminta jajaran Kejaksaan Agung bersikap profesional dalam bekerja. Arteria lantas menyinggung seorang kepala kejaksaan tinggi yang menggunakan bahasa Sunda ketika rapat kerja. Dia meminta Jaksa Agung (JA) ST Burhanuddin memecat kajati tersebut.

"Ada kritik sedikit, Pak JA. Ada kajati yang dalam rapat dan dalam raker itu ngomong pakai bahasa Sunda, ganti, Pak, itu," katanya.

Arteria pun meminta siapapun untuk menempuh mekanisme MKD. "Kalau saya salah, kan jelas mekanismenya ada MKD, apakah pernyataan salah. Kita ini demokrasi, silakan kalau kurang berkenan dengan pernyataan saya, silakan saja (laporkan)," kata Arteria kepada wartawan di gedung MPR/DPR, Rabu (19/1/2022).

Wakil Ketua MKD DPR Habiburokhman menyebut hingga kini belum ada laporan masuk atas Arteria Dahlan.

"Sejauh ini belum ada laporan ke MKD," kata Habiburokhman saat dihubungi, Rabu (19/1/2022).

(wip/mso)