Begini Kronologi 2 Mahasiswa Bogor Perkosa Siswi SMP

M. Sholihin - detikNews
Senin, 17 Jan 2022 20:28 WIB
Ilustrasi Pembunuhan Pemerkosaan
Foto: Ilustrasi (Ilustrator Mindra Purnomo).
Bogor -

Dua mahasiswa di Bogor dan seorang pria lainnya ditangkap polisi karena diduga memperkosa pelajar SMP yang baru berusia 15 tahun. Salah satu pelaku disebut merupakan teman korban yang kenal via Facebook.

"Pelaku atas nama IM adalah teman korban dan kenal via Facebook dan korban tidak mengenal pelaku FM dan MF," kata Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota Kompol Dhoni Erwanto, Senin (17/1/2022).

Dhoni menjelaskan dugaan perkosaan itu berawal ketika pelaku berinisial IM mengajak korban untuk nongkrong bersama teman-temannya. Korban kemudian dijemput dan dibawa ke kontrakan para pelaku. Di lokasi kejadian, ternyata korban malah diajak untuk minum-minuman keras.

"Setelah menjemput korban dengan alasan mau diajak nongkrong bersama dengan teman-temannya. Namun ternyata korban diajak minum-minum dan dicabuli oleh ke tiga pelaku," kata Dhoni.

Dugaan perkosaan ini kemudian diketahui pihak keluarga korban yang langsung melapor ke pihak kepolisian. "Jadi awalnya memang ada laporan dari keluarga dan korban sendiri. Kemudian ditindak lanjuti dan pelaku kita amankan bersama barang buktinya," ucap Dhoni.

Polisi yang sudah mengetahui identitas para pelaku, kemudian melakukan strategi untuk menangkap para pelaku. Dua pelaku IM dan MF ditangkap di Jalan Sholeh Iskandar Kota Bogor. Sedangkan pelaku FM ditangkap polisi di kediamannya di kawasan Cimanggu, Kota Bogor.

"Ketiga pelaku sudah ditangkap, sekarang masih diperiksa lanjutan. Jadi korbannya masih pelajar SMP, pelakunya 3 orang, 2 (pelaku) diantaranya berstatus mahasiswa," ucap Rachmat.

Penangkapan ketiga pelaku, lanjut Rachmat, polisi mengamankan barang bukti berupa handphone dan pakaian korban yang digunakan saat perkosaan terjadi.

"Pelaku dijerat dengan Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Ancamannya 15 tahun penjara," ujarnya.

(mso/bbn)