Terungkap! Ibu-Nenek Pelaku Buang Bayi di Area Sawah Serang

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Senin, 17 Jan 2022 16:42 WIB
Ilustrasi penemuan mayat bayi (Dok detikcom)
Ilustrasi penemuan bayi (dok.detikcom)
Serang -

Polisi mengungkap kasus buang bayi di area sawah, Kecamatan Pontang, Serang, Banten. Pelakunya ternyata ibu dan nenek sang bayi.

Bayi lelaki baru lahir itu dibuang pelaku pada Selasa (11/1). Awalnya, warga curiga karena mendengar bayi menangis di area sawah. Bayi lelaki itu kemudian dibawa ke Puskesmas Pontang.

Personel Satreskrim Polres Serang yang menyelidiki kasus tersebut menangkap N (21) dan R (42). N sebagai ibu dari si bayi yang dibuang, dan R merupakan ibunya N atau nenek dari bayi tersebut.

Wakapolres Serang Kompol Feby Harianto mengatakan pihaknya mendapatkan laporan bayi yang dibuang di sawah itu anak dari pelaku. "Mereka tak lain orang tua kandung dan ibu dari N atau neneknya bayi," kata Feby di Mapolres Serang, Senin (17/1/2022).

Dari hasil penyelidikan, N mengakui perbuatannya. Jadi, sore hari sebelum dibuang, ia mengalami kontraksi di perut dan meminta bantuan ibunya untuk melahirkan.

Bukannya dibawa ke rumah sakit, N malah melahirkan di sawah sambil berdiri pada malam hari. Pembuangan anak bayi dibantu oleh R.

"Saudara N sengaja meletakkan bayi di sawah, tujuannya agar ditemukan orang dan diurus orang lain. Tujuannya agar kehamilan tidak diketahui orang banyak," ujar Feby.

Selain malu, mereka ingin menyembunyikan kehamilan di luar nikah itu. Bapak pelaku juga tidak tahu soal kehamilan, padahal mereka tinggal serumah.

Tersangka R baru tahu anaknya itu hamil setelah pulang jadi TKI di Dubai. Karena takut menahan malu, N dan R malah memilih membuang bayi.

Padahal, menurut Feby, tersangka N hendak melangsungkan pernikahan pada 23 Januari 2022. Pasangan yang menghamilinya itu sekarang dalam penyelidikan kepolisian.

"Terhadap pacar diduga orang tua dari bayi tersebut akan kita lakukan pengejaran, apakah ada perannya," kata Feby.

Kasat Reskrim AKP Dedi Mirza menjelaskan peran tersangka R membantu proses persalinan dan membuang cucunya di lokasi tersebut. "Tersangka N melahirkan posisi berdiri dan si nenek menarik kepala bayi. Motifnya adalah malu terhadap masyarakat," ucap Dedi.

(bri/bbn)