Jokowi Ungkap Kiat Pemerintah Redakan Kedaruratan Pandemi COVID-19

Wisma Putra - detikNews
Senin, 17 Jan 2022 13:55 WIB
Presiden Joko Widodo saat menyambangangi kampus Unpar
Presiden Joko Widodo saat menyambangangi kampus Unpar (Foto: Wisma Putra/detikcom)
Bandung -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkap kiat pemerintah dalam menghadapi kasus COVID-19 sehingga cepat surut. Pernyataan itu diungkap Jokowi di hadapan Civitas Akademika Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) di Kota Bandung pada Senin (17/1/2022).

"Kita patut bersyukur COVID-19 (kondisi saat ini), yang muncul di pertengahan Juli yang menyebabkan kengerian dimana-mana, lorong rumah sakit penuh, halaman penuh, utama di Jawa dan Bali, kasus harian waktu itu saya ingat 56 ribu, patut kita bersyukur hari ini, kemarin, berada di angka 855 dari 56 ribu, kemarin 855 itu pun sudah naik, sebelumnya kita ada di angka 100-200," kata Jokowi saat memberikan President Lecture di Kampus Unpar, Senin (17/1/2022).

"Mengapa kita bisa menurunkan, itu karena kita punya gotong royong, Pancasila ada disitu," kata Jokowi menambahkan.

Ia mengungkapkan gotong royong yang telah menjadi tradisi rakyat Indonesia, belum tentu dimiliki oleh negara lain.

"Negara besar tidak memiliki, mereka tidak mempunyai rakyat di desa, rakyat RT, rakyat di RW mau memberikan rumahnya untuk isolasi, untuk karantina, yang berpunya mau berikan sembako kepada yang kesusahan karena pandemi, itu implementasi, Pancasila masih ada, masih kuat," katanya.

Orang nomor satu di Indonesia itu menyebut, pada saat kasus COVID-19 di Indonesia tinggi, semua elemen masyarakat bersatu. Lagi-lagi, kata Jokowi, hal itu tidak dimiliki negara lain.

"Itu yang tidak dimiliki negara lain, banyak yang kaget mengapa Indonesia turun, dari 56 ribu ke hanya angka ratusan yang kuncinya di situ, semua bergerak, pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI Polri, organisasi rakyat, perangkat sampai ke bawah, semuanya," katanya.

Selain itu, untuk vaksinasi COVID-19 dari 34 provinsi di Indonesia, sudah 30 provinsi yang mencapai 70 persen, termasuk di Provinsi Jawa Barat.

"Vaksinasi sudah mencapai 297.500.000 angka yang tidak kecil, angka tidak kecil," katanya.

Untuk mencapai vaksinasi hingga 297 juta bukan hal yang mudah dan dibutuhkan kerjasama.

"297 juta bukan barang yang mudah, untuk negara serumit kita ini, menyuntik ke 17 ribu pulau, 514 Kabupaten kota dan 34 provinsi bukan hal mudah, ada naik perahu, naik motor ke gunung, bukan hal mudah. Saya sangat apresiasi TNI Polri yang dukung penuh vaksinasi. Kita ini vaksinasinya no 4 di dunia, setelah China, Brazil, Amerika dan Indonesia," katanya.

(yum/bbn)