Jokowi Resmikan Arntz Geise Unpar, Nadiem: Ini Esensi Kampus Merdeka

Wisma Putra - detikNews
Senin, 17 Jan 2022 11:50 WIB
Mendikbudristek Nadiem Makarim (Wisma Putra/detikcom)
Foto: Mendikbudristek Nadiem Makarim (Wisma Putra/detikcom)
Bandung -

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim mendampingi Presiden Joko Widodo saat meresmikan Gedung Pusat Pembelajaran Arntz Geise di Unpar, Bandung pada Senin (17/1/2022).

Nadiem mengatakan, keberadaan Pusat pembelajaran ini bisa menjadi tempat berkolaborasi, antara mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu.

"Itu kan esensi Kampus Merdeka, revolusi multi disiplin dimana dunia sudah berubah total, tidak ada kotak-kotak lagi, semua harus berkolaborasi, kita perlu lulusan yang punya multi dimensi, dari skill, jiwa sosial dan integritas," kata Nadiem kepada awak media sebelum peresmian, Senin (17/1/2022).

"Inilah arah Kampus Merdeka di mana berbagai macam prodi bercampur, berbagai pengalaman juga bercampur, dari dalam kampus dan luar kampus, mengenai inisiatif kita untuk memastikan KIP-K berubah menjadi KIP-K Merdeka ya, dimana sekarang anak-anak kurang mampu, dia bisa bermimpi setinggi langit," ujar Nadiem melanjutkan.

Program Kampus Merdeka diharapkan bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat lndonesia dari berbagai tingkatan.

"Mau semahal apapun prodi, dia bisa full mendapatkan beasiswa karena kita sudah besarkan jumlahnya yang tadinya 2,4 juta sekarang untuk prodi A bisa sampai 12 juta maksimalkan," ujarnya.

Program ini juga diharapkan dapat mewujudkan mimpi anak-anak Indonesia yang ingin berkuliah di perguruan tinggi impiannya.

"Inikan hal-hal yang akan menginspirasi mimpi-mimpi anak-anak kurang mampu, tetapi juga mendorong anak-anak terbaik kita untuk mencapai mimpinya," tuturnya.

Nadiem menilai, transformasi yang dilakukan Unpar, mendorong masing-masing kurikulum dari setiap prodi untuk transformasi besar-besaran.

"Kita harapkan adalah, kerangka akademika juga profesional itu harus mulai dilepas pembatasannya, ini harus ada percampuran di antara dua dunia ini yang jauh lebih dinamis, bahkan di antara fakultas-fakultas di dalam universitas," ungkapnya.

Menurutnya, yang harus diperhatikan, universitas harus lebih fleksibel, harus menghormati 3 semester di luar prodi. Juga, prodi-prodi harus mulai memadatkan kurikulum mereka menjadi lima semester sehingga memberikan ruang untuk mencapai 3 semester itu di luar prodi.

"Partisipasi dalam MBKM, program-program magang bersertifikat, project studi independen, kampus mengajar, pertukaran mahasiswa, keluar negeri, itu semuanya harus didorong mahasiswanya untuk mencoba masuk Program-program ini," ucap Nadiem.

"Universitas pun harus menciptakan program-programmya sendiri di luar kampus, jadi kita butuh gerakan bukan kebijakan. Kebijakan saja gampang, tapi ini.jadi budaya baru di masa pandemi, dalam civitas akademika mereka," katanya menambahkan.

Sementara itu, Rektor Unpar Magadar Situmorang mengatakan, pihaknya akan mengambil langkah untuk melakukan evaluasi kurikulum.

"Kita ambil langkah, mulai dari evaluasi atau fleksibelisasi kurikulum, ini jadi hal penting untuk bisa mengakomodir rumah bagi mahasiswa untuk belajar secara multi disiplin," katanya.

Menurutnya, selain kurikulum pihaknya juga harus menciptakan ruang dan tempat mahasiswa berinteraksi satu sama lain dan salah satunya adalah gedung Pusat Pembelajaran ini.

"Kita sebut ini pusat pembelajaran, dimana semua mahasiswa dari berbagai prodi dan jurusan bisa menggunakan tempat ini," pungkasnya.

Simak juga 'Ketua Alumni Unpar Usul Jokowi Adakan Kuis: Di Sini Markas Pendukung Pak Presiden':

[Gambas:Video 20detik]



(yum/bbn)