Lansia Bandung Berbondong-bondong Dapatkan Vaksin Booster di Balai Kota

Wisma Putra - detikNews
Kamis, 13 Jan 2022 14:09 WIB
Lansia mendapatkan vaksin COVID-19 Balaikota Bandung
Lansia mendapatkan vaksin COVID-19 Balaikota Bandung (Foto: Wisma Putra/detikcom)
Bandung -

Puluhan warga Kota Bandung yang didominasi lansia berbondong-bondong mengunjungi Puskesmas Balai Kota Bandung untuk menjalani vaksinasi COVID-19 dosis tiga atau vaksin booster.

Pantauan detikcom, Kamis (13/1/2022) usai menyelesaikan administrasi, warga melakukan tes kesehatan, jika dinyatakan sehat maka dilanjutkan penyuntikan vaksin.

"Vaksin ketiga ini, rasanya masih biasa-biasa saja, enggak tahu kalau beberapa jam ke depan," kata salah satu warga Thomas Suryanto Irwan kepada detikcom.

Thomas menyebut, dirinya harus segera mendapatkan vaksinasi dosis 3 karena mobilitas sehari-harinya yang tinggi.

"Pertama, jelas untuk lindungi diri, karena bukan lindungi saya sendiri tapi keluarga dan orang-orang yang ada di sekitar saya," ungkapnya.

"Kerja kantoran, mobilitas tinggi, juga suka keluar kota juga," kata Thomas menambahkan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung Ahyani Raksanagara mengatakan, booster ini dilakukan untuk memperkuat daya tahan tubuh.

"Buat apa booster? Ini untuk memperkuat daya tahan tubuh kemudian kepada siapa booster ini diberikan, diberikan tentunya bila dosis primer sudah lengkap (dosis 1 dan 2)," kata Ahyani via sambungan telepon.

"Siapa yang memenuhi kriteria untuk booster kesatu usianya di atas 18 tahun. Kedua sudah lebih dari 6 bulan dari dosis kedua atau dosis lengkap," ucapnya.

Kemudian, perlu diperhatikan sudah memiliki tiket vaksin booster yang dicek melalui aplikasi peduli lindungi jadi itu menjadi syarat.

"Mengapa? Karena vaksinasi booster ini diberikan secara bertahap kan seperti kita waktu awal vaksinasi secara bertahap sesuai dengan ketersediaan vaksin juga dan prioritas," ujarnya.

"Kalau pas dicek belum ada tiketnya tunggu aja nanti kan ada gilirannya pemerintah memprioritaskan dahulu kepada lansia dan kelompok yang dianggap rentan. Kemudian kalau sudah memiliki tiket tersebut, maka menghubungi atau mendaftarkan diri kepada faskes terdekat puskesmas atau pos vaksinasi yang memang sudah ada," pungkasnya.

(yum/bbn)