ADVERTISEMENT

Tragis, Bocah di Bandung Barat Diperkosa Kakak Iparnya

Whisnu Pradana - detikNews
Kamis, 13 Jan 2022 12:48 WIB
Ilustrasi Pemerkosaan Anak
Foto: Ilustrasi (Zaki Alfarabi/detikcom).
Bandung Barat -

Seorang bocah perempuan asal Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB) menjadi korban pemerkosaan yang dilakukan oleh kakak iparnya sendiri.

Korban mengaku diperkosa oleh NJ (40), yang tak lain merupakan suami dari kakaknya sejak pertengahan tahun 2020 lalu. Mirisnya hampir setiap hari bocah perempuan itu harus menjadi tempat pelampiasan nafsu bejat pelaku.

Lama memendam rasa takut akan ancaman NJ yang bakal mencelakai ibu dan kakaknya jika perbuatan kejinya bocor, korban akhirnya berani menceritakan perlakuan bejat sang kakak ipar pada saudaranya awal Januari 2022.

Pihak keluarga kemudian melaporkannya ke Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bandung Barat.

"Kemarin kami sudah bertemu korban dan mendengar langsung kejadian (pemerkosaan) yang dilakukan oleh kakak iparnya. Dan sudah dilaporkan juga ke dinas terkait serta rencananya ke pihak kepolisian," ungkap Ketua KPAI Bandung Barat Dian Dermawan kepada wartawan, Kamis (13/1/2022).

Lantas bagaimana cara pelaku bisa membuat korban tunduk pada perilaku jahatnya? Ternyata NJ memberikan obat bius yang telah dicampurkan pada minuman. Tak cuma itu, NJ juga memaksa korban untuk mengonsumsi obat penenang.

"Jadi korban ini diberikan obat bius dan obat penenang baru kemudian diperkosa pelaku. Dia beraksi setiap siang hari di rumahnya saat sepi. Nah si istrinya diperkirakan tidak tahu kalau suaminya sering melakukan perbuatan bejat kepada korban," ujar Dian.

Korban juga kerap dijanjikan akan disekolahkan oleh pelaku. Namun tahun demi tahun berganti bukannya disekolahkan korban justru dijadikan budak seks oleh pelaku yang mengancam akan menyakitinya juga.

"Sekarang korban trauma dan merasa takut karena pelaku bisa saja nekat datang dan mengancam keluarganya setelah kasus ini terbongkar," ucap Dian.

Keluarga korban belum menyampaikan laporan kasus tersebut kepada kepolisian. Namun, KPAI bersama DP2KBP3A mendorong dan akan mendampingi korban untuk membuat laporan kepada pihak berwajib.

"Kasus ini jangan dibiarkan, apalagi korban masih punya adik perempuan yang masih kecil. Kami khawatir perilaku NJ juga dilakukan kepada orang lain, termasuk juga bisa menimpa adik-adiknya korban kalau tidak segera ditindak," tegas Dian.

Sementara itu Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Cimahi Ipda Yuhadi mengatakan pihaknya saat ini sedang menunggu keluarga korban membuat laporan terkait dugaan pemerkosaan tersebut.

"Iya hari ini baru mau laporan, dan diterima dulu oleh unit Harda yang sedang piket. Nanti kalau sudah ada laporannya akan kami informasikan," kata Yuhadi saat dihubungi detikcom.

(mso/bbn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT