Cegah Terorisme, Pemprov Jabar Siap Berkolaborasi dengan BNPT

Wisma Putra - detikNews
Rabu, 12 Jan 2022 21:23 WIB
Gubernur Jabar Ridwan Kamil.
Foto: Gubernur Jabar Ridwan Kamil (Wisma Putra/detikcom).
Bandung -

Pemprov Jabar dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menjalin kerjasama dalam upaya pencegahan aksi terorisme serta program deradikalisasi.

Dalam kerjasama ini Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melakukan pertemuan bersama Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar. Pertemuan ini, menyoroti potensi paham terorisme di tengah arus informasi di era digital yang bisa diakses oleh masyarakat luas.

Ridwan Kamil mengatakan, Jawa Barat dengan penduduk 50 juta seringkali menjadi objek ideologi yang bertentangan dengan Pancasila. Kolaborasi program dengan BNPT dianggap krusial dan akan menjadi permodelan untuk daerah lain.

Kang Emil sapaan karibnya menyebut, Pemprov Jabar memiliki program pencegahan terorisme salah satunya berupa kemah kebangsaan yang menyasar anak muda untuk berkumpul mendiskusikan semangat Pancasila.

"Saya sudah melantik duta Pancasila dan duta bela negara. Ada program ajengan masuk sekolah untuk memberikan narasi counter terhadap potensi ceramah, narasi yang menggeser ke Pancasilaan ke arah radikalisasi. Kita ada sekoper cinta, sekolah ibu-ibu, salah satu kurikulumnya deteksi radikalisme. Supaya enggak kejadian ada tetangga yang merakit bom, tetangga lain tidak hapal dan tidak peduli," kata Kang Emil di Gedung Sate, Rabu (12/1/2022).

Kepala BNPT Boy Rafli Amar menyebut pertemuan ini dilakukan untuk menemukan visi misi bahwa tidak ingin ada ideologi yang berbasis kekerasan di masyarakat.

"Tentunya perlu kolaborasi ikhtiar bersama agar segala potensi berkembangnya ideologi yang bertentangan dengan ideologi negara bisa kita eliminasi. Kita mendiskusikan membahas rencana program berkaitan dengan kontra radikalisasi, deradikalisasi, karena salah satu lokasi kawasan terpadu nusantara yang kita susun itu ada di Jabar, di Garut," ungkapnya.

"Kita ingin mengembangkan narasi dalam rangka kontra propaganda jaringan teroris dengan narasi yang menyampaikan pesan ke-Indonesiaan. kita tidak ingin generasi muda kita yang bebas mengakses informasi di media sosial pada akhirnya memilih narasi yang jauh dari nilai luhur bangsa kita. Nanti ada koordinasi lanjutan, implementasi dari kerjasama kita," tambahnya.

Boy juga menyebut saat ini ada peningkatan paparan paham radikalisme dan terorisme terhadap ibu atau kaum wanita. Fenomena ini harus ditindaklanjuti dengan serius, salah satunya menyebarluaskan narasi mengenai nilai bangsa di berbagai kanal informasi.

Menurutnya, berbagai program milik Pemprov Jabar bisa dikolaborasikan dengan program yang dimiliki BNPT, termasuk menyusun konten kreatif menjunjung nilai kebangsaan untuk dikonsumsi masyarakat. Secara tidak langsung, konten tersebut menjadi counter narasi yang menjurus pada perpecahan hingga menguatkan potensi terorisme.

"Kontra narasi tadi termasuk (konten kreatif yang harus dikolaborasi), program Sekoper Cinta kepada ibu-ibu juga bagus. Fenomena ibu-ibu atau kaum wanita terpapar radikalisme di dunia ini mengalami peningkatan. Apalagi bisa dilihat adanya wanita bersedia menjadi pelaku bom bunuh diri," tuturnya.

(wip/mso)