Begini Jurus Pemkab Cianjur Genjot Vaksinasi 256 Ribu Anak

Ismet Selamet - detikNews
Senin, 10 Jan 2022 13:22 WIB
Vaksinasi Anak di Cianjur
Vaksinasi anak di Cianjur. (Foto: Ismet Selamet/detikcom)
Cianjur -

Vaksinasi COVID-19 kepada anak usia 6-11 tahun mulai digenjot di Cianjur. Guna mengejar vaksinasi dengan sasaran sebanyak 256 ribu anak, Pemkab Cianjur menggunakan istilah imunisasi COVID-19 agar siswa antusias dan tidak takut.

Bupati Cianjur Herman Suherman mengatakan vaksinasi anak usia 6-11 tahun dimulai hari ini (10/1) bertepatan dengan hari pertama masuk sekolah pasca libur semester. "Sebenarnya dari minggu kemarin sudah dibuka layanan vaksinasi anak. Tapi gebyar nya hari ini karena anak-anak kan masuk sekolahnya mulai hari. Tercatat ada 256 ribu anak yang menjadi target sasaran vaksinasi," kata dia, Senin (10/1/2022).

Menurutnya, vaksinasi anak ditargetkan selesai di akhir Januari 2022. Herman menjelaskan vaksinasi tersebut akan lebih cepat lantaran sasarannya mudah dijangkau, yakni dengan mengadakan vaksinasi di setiap sekolah, baik SD ataupun MI.

"Senin sampai Jumat, petugas puskesmas mendatangi sekolah-sekolah. Sedangkan Sabtu dan Minggu membuka layanan di puskesmas. Jadi anak yang berhalangan hadir ke sekolah, masih bisa mengikuti vaksin di puskesmas," tuturnya.

Herman menambahkan untuk mengajak meningkatkan antusias dan agar siswa tak takut, istilah vaksinasi diganti dengan imunisasi COVID-19. Selain itu, saat vaksinasi Pemkab bersama unsur Forkopimda menyiapkan badut untuk menghibur anak-anak selama menjalani tahapan vaksinasi.

"Istilah imunisasi dipakai di Cianjur karena anak sudah terbiasa dengan imunisasi, sehingga anak tidak akan takut. Dengan begitu target vaksinasi bisa tercapai secepatnya. Kita upayakan akhir Januari ini sudah selesai," ucap Herman.

Ayi Maryati (53), nenek dari salah seorang siswa dan anak penerima vaksin COVID-19, mengatakan anaknya sudah sejak lama ingin divaksinasi lantaran kedua orang tuanya sudah divaksinasi. "Dari kemarin ingin divaksin, karena orang tuanya sering edukasi tentang COVID-19, dimana salah satunya harus divaksin agar terhindar dari virus. Tapi kemarin kan belum boleh. Begitu tahu akan ada vaksinasi anak di sekolah, cucu saya segera ingin masuk sekolah dan divaksin," tutur Ayi.

"Saya berharap dengan vaksinasi ini pandeki COVID-19 bisa segera selesai. Anak-anak juga bisa sekolah normal," kata dia menambahkan.

(bbn/bbn)