Ini Motif 4 Pelaku Aniaya-Bunuh ODGJ di Cianjur

Ismet Selamet - detikNews
Jumat, 07 Jan 2022 15:10 WIB
Pembunuh ODGJ Cianjur ditangkap
Foto: Pelaku yang aniaya-bunuh ODGJ di Cianjur ditangkap (Istimewa).
Cianjur -

Empat pelaku penganiayaan yang berujung tewasnya Sutar (45), orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), warga Cianjur ditangkap. Para pelaku tega menghabisi korban karena kesal karena dianggap meresahkan.

Para pelaku itu berinsial M (36), HS (19), J (39), dan MY (26). Keempatnya ditangkap di sebuah gubuh dalam hutan.

"Pengakuan dari pelaku, korban yang mengidap gangguan kejiwaan ini kerap meresahkan. Jika dimarahi atau ditegur warga sering membawa senjata tajam," ujar Kasatreskrim Polres Cianjur AKP Septiawan Adi, Jumat (7/1/2022).

Namun, menurutnya alasan tersebut tidak lantas membenarkan perbuatan para pelaku yang dengan keji menganiaya korban hingga mengalami luka parah dan tewas dengan kondisi mengenaskan. Bahkan dari hasil autopsi diketahui jika korban mengalami luka robek akibat bacokan senjata tajam.

"Ada luka bacok di tubuh korban. Termasuk ada cairan yang disebabkan korban tertahan saat hendak muntah," kata dia.

Adi menyebutkan petugas juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa kayu, golok dan borgol yang digunakan pelaku untuk menganiaya korban hingga tewas.

"Pelaku dan barang bukti sekarang sudah diamankan di Mapolres Cianjur," kata dia.

Akibat perbuatannya keempat pelaku dikenakan pasal 170 ayat (2) ke 3 KUHP Subsidair pasal 351 ayat (3) KUHP tentang kekerasan terhadap orang dan penganiayaan dimuka umum secara bersama-sama.

"Ancaman hukuman 12 tahun penjara," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Sutar (45), orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) asal Kampung Cibingbin Desa Padamulya Kecamatan Pasirkuda Kabupaten Cianjur tewas dengan kondisi yang mengenaskan. Korban diduga dianiaya beberapa orang lantaran dianggap meresahkan.

Informasi yang dihimpun, aksi penganiayaan Sutar terjadi pada 20 November 2021 lalu. Namun tak ada yang mengetahui persis aksi penganiayaan tersebut.

Sutar ditemukan di pinggir jalan dalam kondisi kepala terbungkus kain, dengan tangan dan kaki terikat menggunakan tambang. Selain itu di sekujur tubuh korban juga ditemukan darah yang mulai mengering.

"Pa Sutar ini awalnya dipasung oleh warga, karena kerap meresahkan. Bahkan sempat juga dipasung oleh keluarganya. Tapi kabur dari pasung. Saya dapat kabar dari perangkat desa, ditemukan di pinggir jalan. Saya langsung siapkan mobil untuk evakuasi dan membawa pa Sutar ke pemasungannya," ujar Kepala Desa Padamulya, Parno.

(mso/mso)