Dear Single Mom Cianjur, Pemkab Siapkan 10.000 Bantuan UMKM

Ismet Selamet - detikNews
Kamis, 06 Jan 2022 18:05 WIB
Bupati Cianjur Herman Suherman
Bupati Cianjur Herman Suherman (Foto: Ismet Slamet)
Cianjur -

Pemerintah Kabupaten Cianjur menyiapkan program bantuan dan pemberdayaan untuk 10.000 single mom, terutama kaum ibu mandiri di Kota Santri. Hal itu dilakukan agar kaum ibu bisa tetap membesarkan anak meski tak lagi memiliki suami.

Bupati Cianjur Herman Suherman, mengatakan angka perceraian dan kematian suami mengakibatkan banyak perempuan di Cianjur yang menjadi single parent.

Menurut dia banyak perempuan juga yang pada akhirnya menjadi tulang punggung keluarga untuk anak-anaknya, mulai untuk biaya sehari-hari, biaya sekolah, dan lainnya.

"Untuk data berapa banyak perempuan yang menjadi single mom kita masih data. Tapi kalau lihat data perceraian saja, setiap tahun ada 3.000 hingga 4.000 gugatan. Jadi ada ribuan single mom baru per tahunnya di Cianjur. Dan kebanyakan jadi tulang punggung bagi anak-anaknya," kata dia, Kamis (6/1/2022).

Menurutnya Pemkab akan memberdayakan para single mom tersebut agar perekonomian keluarganya bisa terjamin. Salah satunya dengan pelatihan dan pemberian bantuan UMKM.

"Kita siapkan kuota 10.000 orang untuk bantuan UMKM di tahun ini, dan kita akan utamakan bagi para single parent atau lebih tepatnya single mom di Cianjur," kata dia.

Herman mengatakan dengan pemberdayaan tersebut, diharapkan para single mom bisa menafkahi keluarganya dengan baik tanpa terjerumus pada hal negatif atau memilih menjadi TKI ke luar negeri.

Selain menyediakan pelatihan dan modal, lanjut Herman, Pemkab juga akan menyiapkan pasar bagi para pelaku UMKM, mulai dari pasar lokal hingga pasar nasional.

"Untuk pasar lokal kita akan gelar bazzar di setiap kecamatan setiap minggunya. Sedangkan untuk skala nasional, kita akan siapkan target marketnya sehingga produk UMKM Cianjur, terutama yang pelakunya merupakan kaum ibu mandiri bisa lebih jelas. Ini juga dilakukan agar UMKM Cianjur bangkit di tengah pandemi COVID-19," pungkasnya.

(yum/bbn)