Polda Jabar Terima Surat Penangguhan Penahanan Habib Bahar

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Rabu, 05 Jan 2022 15:24 WIB
Habib Bahar bin Smith ditahan sebagai tersangka usai diperiksa selama berjam-jam oleh penyidik Polda Jawa Barat. Bagaimana reaksi pengacara?
Habib Bahar bin Smith (Foto: Dony Indra Ramadhan/detikcom)
Bandung -

Polda Jabar menerima permohonan penangguhan penahanan terhadap habib Bahar bin Smith yang ditahan atas kasus dugaan penyebaran berita bohong saat ceramah di Bandung. Persetujuan penangguhan merupakan kewenangan penyidik.

"Ya jadi kita sudah menerima surat yang bersangkutan melalui pengacaranya atau kuasa hukumnya siang ini," ucap Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Ibrahim Tompo di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Rabu (5/1/2022).

Ibrahim menuturkan ada dua rangkap surat penangguhan untuk Bahar. Surat pertama penangguhan dengan penjamin seseorang berinisial A dan satu surat lagi dari kuasa hukumnya.

"Jelas, karena surat ini baru diterima, nanti kita serahkan ke penyidik untuk dilakukan pertimbangan karena melihat dari proses perkara, ini kan membutuhkan kelengkapan penyelesaian administrasinya. Otomatis juga kita berikan kesempatan pada penyidik untuk menyelesaikan seluruh rangkaian penyidikan dan juga berkas perkara ini, itulah biasanya membutuhkan keberadaan tersangka," tutur Ibrahim.

Menurut Ibrahim, belum ada persetujuan untuk penangguhan penahanan terkait Bahar ini. Sebab, kata dia, seluruh kewenangan persetujuan penangguhan berada di tangan penyidik.

"Jadi pertimbangannya selalu kembali kepada penyidik tentang kebutuhan tersangka tersebut, apakah penyidik masih membutuhkan tersangka atau bagaimana nanti itu nanti akan kembali ke pertimbangan penyidik nantinya," kata Ibrahim.

Sebelumnya, Polda Jabar menetapkan habib Bahar bin Smith sebagai tersangka kasus penyebaran berita bohong. Bahar jadi tersangka usai menjalani pemeriksaan berjam-jam. Penetapan tersangka terhadap Bahar sendiri dinyatakan telah sesuai dengan hasil penyidikan dan pemeriksaan ditambah dua alat bukti yang sah di dapat oleh penyidik Polda Jabar.

(dir/bbn)