Kaleidoskop 2021: Ragam Aksi Protes Warga Jabar Kala PPKM Darurat

Wisma Putra - detikNews
Minggu, 02 Jan 2022 10:03 WIB
Ilustrasi Cegah Gelombang Ketiga Corona
Foto: Ilustrasi (Infografis detikcom).
Bandung -

Aksi protes terhadap kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat hingga PPKM Level 4 dilakukan warga Jawa Barat. Hal itu dilakukan, karena perekonomian mereka terdampak akibat aturan tersebut.

Beragam aksi protes dilakukan, dari mulai pengusaha asal kuningan coret-coret mobilnya hingga aksi percobaan bunuh diri yang dilakukan pengurus AKAR Jabar.

Pengusaha Kuliner di Kuningan yang Corat Coret Fortunernya Rumahkan 120 Karyawan

Sebuah video menampilkan mobil Toyota Fortuner yang dicoret-coret viral di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Video berdurasi 31 detik itu beredar luas dan banyak diunggah di media sosial, seperti akun Instagram @kuninganmass.

Dalam video itu tampak mobil Toyota Fortuner berwarna hitam dipenuhi tulisan-tulisan dari cat semprot. Semua coretan yang ada di mobil tersebut bertuliskan kalimat bernada protes terhadap pelaksanaan PPKM Darurat.

Di video itu juga terdengar suara seorang pria yang diduga merupakan pemilik mobil bernomor polisi E 411. Sambil menunjukkan coretan di mobilnya, pria itu menyampaikan beberapa kalimat.

"Kami korban PPKM, Indonesia harus makan, karena kami rakyat kecil," ucap pria dalam video saat dilihat detikcom.

"Kami butuh makan, dari Indonesia, NKRI harga mati," sambungnya.

Saat ditelusuri rupanya mobil tersebut merupakan milik seorang pengusaha kuliner di Kabupaten Kuningan. Pemiliknya Muhammad Ali juga merupakan orang yang ada di dalam video viral itu.

Saat dikonfirmasi Ali membenarkan aksi dirinya mencorat-coret mobil pribadinya itu. Kata dia, aksi tersebut merupakan bentuk curhatan hati dirinya sebagai warga yang terdampak PPKM Darurat.

"Iya benar. Itu curhatan hati saya karena PPKM ini," ucap Ali saat ditemui di rumahnya yang berada di Kelurahan Pasapen, Kecamatan Kuningan.

Menurutnya aksi corat-coret mobil itu dilakukan agar curhatan hati Ali sebagai pengusaha kuliner yang terdampak PPKM Darurat bisa dilihat banyak orang.

"Jadi curhatan hati, kalau teriak di jalan enggak mungkin, demo juga enggak mungkin, bilang ke bupati juga enggak mungkin. Jadi kalau begini kan bisa dilihat banyak orang curhatan hati kita ini," ujarnya.

Ia menjelaskan akibat PPKM Darurat ini ada 120 karyawannya yang terpaksa dirumahkan. "Karyawan yang dirumahkan ada sekitar 120 orang karena dampak PPKM kita tutup sementara, karyawan kami pada menjerit makanya dituangkan di mobil ini jeritan mereka," ujarnya.

Ali diketahui memiliki 14 rumah makan yang salah satunya sudah sangat terkenal di Kabupaten Kuningan yakni Seafood Ali Action. Di masa PPKM Darurat ini, semua rumah makannya tutup sementara karena tidak diperbolehkan melayani makan di tempat.

Ali berharap aksi corat-coret mobil yang dituliskan kalimat bernada protes PPKM Darurat, Ali berharap ada kelonggaran dari pemerintah terkait aturan pembatasan kegiatan masyarakat.

"Minimal ada kelonggaran lahPPKM ini, kelonggaran waktu jualan sama boleh makan di tempat. Kita juga kan terapkanprokes, membatasi pengunjung yang makan juga," jelas Ali.