ADVERTISEMENT

Tiap Hari BUMD Jabar Musnahkan 20 Ton Limbah B3 Infeksius

Yudha Maulana - detikNews
Kamis, 30 Des 2021 23:56 WIB
BUMD Jasa Medivest setiap hari musnahkan 20 ton limbah B3
BUMD Jasa Medivest setiap hari musnahkan 20 ton limbah B3 (Foto: Istimewa)
Bandung -

Jawa Barat akan menggenjot pengembangan usaha pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) infeksius secara terpadu pada 2022 mendatang.

Upaya itu melalui percepatan pembangunan dua mesin insinerator yang dilengkapi teknologi kendali polusi udara yang ramah lingkungan.

Direktur Utama BUMD PT Jasa Medivest Olivia Allan mengatakan, masing-masing mesin insinerator tersebut memiliki kemampuan untuk memusnahkan limbah medis padat sebanyak 500 kg per jam.

"Sehingga kelak, Plant Jasa Medivest di Dawuan, Cikampek, Kabupaten Karawang semakin optimal memusnahkan limbah B3 Infeksius sebanyak 48 ton per hari," ujar Olivia dalam keterangannya, Kamis (30/12/2021).

Berdasarkan data rekapitulasi load limbah dari Periode Januari sampai dengan November 2021, total load limbah B3 Infeksius yang dikelola PT Jasa Medivest mencapai 5.900 ton. "Rata-rata pemusnahan per bulannya mencapai 20 ton per hari," ucapnya.

Olivia mengatakan, PT Jasa Medivest terus mengedepankan komitmen ramah lingkungan dalam upaya pengelolaan limbah B3 Infeksius melalui pengangkutan dan pengolahan limbahnya yang mumpuni di Indonesia, khususnya Provinsi Jawa Barat.

Selama 15 Tahun berkiprah selaku perusahaan pengelola limbah B3 Infeksius yang ramah lingkungan di Indonesia, dan dua tahun terakhir aktif memusnahkan limbah COVID-19 PROPER BIRU untuk yang kelima kalinya.

Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) Tahun 2021 resmi adalah ajang tahunan yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia.

Adapun tema yang diusung,"Proper: Inovasi Sosial untuk Indonesia Maju". Wakil Presiden Ma'ruf Amin menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (KLHK) yang konsisten menyelenggarakan Proper setiap tahunnya.

Siti Nurbaya Bakar, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia menuturkan bahwa berlandaskan data evaluasi Kementerian Lingungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia yang dilakukan terhadap 2.538 perusahaan, maka tingkat ketaatan perusahaan terhadap peraturan lingkungan hidup mencapai 75%. 645 perusahaan berkategori proper merah, 1.670 perusahaan berkategori proper biru, 186 perusahaan berkategori proper hijau dan 47 perusahaan berkategori proper emas

"Teknik, metode, orientasi dan segala upaya terus di-eksplorasi oleh Dewan Pertimbangan PROPER dengan scientific based dan evidence based untuk kinerja lingkungan, jadi secara teoritik dan empirik," ujarnya.

(yum/mud)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT