Jalan Protokol Ditutup-Dilarang Pesta Tahun Baru di Kota Bogor

M. Sholihin - detikNews
Rabu, 29 Des 2021 18:45 WIB
Persiapan Pengamanan Nataru di Kota Bogor
Wali Kota Bogor Bima Arya mengecek pasukan pengamanan nataru. (Foto: M. Sholihin/detikcom)
Bogor -

Kapolresta Bogor Kota Kombes Susatyo mengatakan Jalan Raya Pajajaran dan seputaran Sistem Satu Arah (SSA) atau lingkar Kebun Raya Bogor dan Istana Bogor akan ditutup pada malam pergantian tahun. Penutupan dilakukan pada Jumat (31/12/2021) malam mulai pukul 22.00 WIB.

"Untuk mengurangi kepadatan dan kerumunan, maka Satgas COVID Kota Bogor akan memberlakukan rekayasa lalu lintas dengan menutup ruas jalan protokol Pajajaran dan SSA (Sistem Satu Arah). Ini kami laksanakan malam untuk mengurangi kepadatan di kawasan tersebut," kata Susatyo, Rabu (28/12/2021).

Susatyo menyebut ada 30 titik rawan keramaian di kawasan tengah Kota Bogor yang jadi prioritas pengawasan saat malam pergantian tahun. Selain itu, pihaknya juga akan mengawasi 12 titik rawan kerumunan di pinggiran Kota Bogor. Pengawasan 42 titik rawan keramaian ini dilakukan sebagai upaya untuk menghindari penyebaran COVID19 di malam pergantian tahun.

"Sehingga pada malam pergantian tahun tidak menjadi faktor untuk penyebaran varian COVID dan sebagainya," katanya.

Susatyo menegaskan Satgas COVID bersama Satgas Gakkum Kota Bogor akan melakukan monitoring dan berpatroli pada malam pergantian tahun. Kegiatan usaha hanya dibolehkan beroperasi hingga pukul 00.00 WIB dan pelaku usaha yang melanggar akan kena sanksi sesuai aturan yang berlaku.

"Kami ingatkan, bahwa Satgas Gakkum (penegakan hukum) termasuk Kajari (Kepala Kejaksaan Negeri) akan memonitor langsung. Kita berharap masyarakat di rumah dan tidak melaksanakan kegiatan keluar rumah sampai dengan pukul 24.00 WIB," ujar Susatyo.

Wali Kota Bogor Bima Arya mengimbau warganya untuk tidak merayakan malam tahun baru dengan pesta kembang api, bakar petasan atau berkonvoi. Bima tidak ingin malam pergantian tahun menjadi faktor penyebaran dan lonjakan COVID-19.

"Ini adalah fase-fase yang sangat penting, karena kita mengantisipasi lonjakan seperti di bulan Juni, Juli, ada varian baru, ada mobilitas warga. Jadi kami menghimbau warga kota Bogor untuk tidak merayakan tahun baru, tidak merayakan tahun baru dan sebaiknya di rumah, di tempat ibadah itu lebih baik, tidak berkeliling apalagi berkerumun," tutur Bima.

Ia menyebut pelaku usaha hanya boleh beroperasi hingga pukul 00.00 WIB pada malam pergantian tahun. "Dibatasi tidak boleh lebih dari 50 orang, jam operasional ditetapkan sampai pukul 24.00 WIB. Tidak boleh ada pesta, tidak boleh ada petasan, kembang api," ucap Bima menegaskan.

(bbn/bbn)