Jabar dan Aceh Eratkan Kolaborasi di Bidang Energi

Yudha Maulana - detikNews
Minggu, 26 Des 2021 22:15 WIB
Pemprov Jabar dan Aceh kolaborasi dalam bidang energi
Pemprov Jabar dan Aceh kolaborasi dalam bidang energi (Foto: Yudha Maulana)
Aceh -

BUMD PT Migas Hulu Jabar (MUJ) memperkuat kerjasama di bidang energi dan sumber daya mineral dengan Provinsi Aceh yang diwakili PT Pembangunan Aceh (PEMA). Kerjasama itu dituangkan dalam Nota Kesepahaman (MoU) pada Minggu (26/12/2021).

Penandatanganan MoU dua Perseroan dilakukan Direktur Utama MUJ Begin Troys dan Direktur Utama PEMA Zubir Sahim, di Museum Tsunami Aceh. Penandatanganan disaksikan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Gubernur Aceh Nova Iriansyah.

Direktur Utama PT MUJ Begin Troys mengatakan, MoU tersebut merupakan turunan dari kerja sama melalui kesepakatan antara Provinsi Jawa Barat dan Aceh.

Ia mengatakan, kerjasama ini menjadi langkah awal untuk mengembangkan potensi daerah dalam bidang energi dan sumber daya mineral di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe.

"Beberapa proyek yang berpotensi dilakukan bersama diantaranya kerja sama bidang hulu & hilir migas berikut produk turunan dan jasa penunjangnya, energi terbarukan, penyediaan energi serta infrastrukturnya," kata Begin di Aceh, Minggu (26/12).

Menurutnya, penandatangan ini merekatkan kerjasama antar provinsi di bidang energi. Jawa Barat dan Aceh komitmen berkolaborasi dalam mengembangkan potensi-potensi energi yang dapat dikembangkan.

"Kerja sama dengan cakupan yang lebih luas di bidang energi antara Jabar dan Aceh menunjukan, bahwa kedua belah pihak bisa berkembang dengan potensi yang dimiliki kedua daerah ini, sehingga kerja sama ini bisa saling menguntungkan," ucap Begin.

Untuk diketahui MUJ dan PEMA sama-sama BUMD yang sahamn nya 100 persen dimiliki Pemerintah Provinsi masing-masing daerah.

MUJ bergerak dalam bidang Eksplorasi & Produksi Migas serta Jasa Penunjang Energi. Adapun PEMA menjalankan bidang usaha di bidang migas, pertambangan, ketenagalistrikan, industri, perdagangan, dan konstruksi.

Kesamaan bisnis yang sudah dijalani khususnya di bidang energi diyakini Begin bisa membawa, pengembangan potensi energi di Jawa Barat atau Aceh.

MUJ sebagai Perseroan yang menjadi pelopor pengalihan hak Participating Interest (PI) 10 % dianggap mampu mengelola PI dengan pengembangan bisnis lainnya, sebagaimana bisnis yang sudah dijalani saat ini.

"Karena kami juga sudah menjalankan bisnis di luar pengelolaan PI yang sudah kita dapat sejak 2019. Tahun 2020 kami mengembangkan Jasa Penunjang Migas, Ketenagalistrikan sampai Energi Terbarukan," ucap Begin.

"MUJ juga ke depannya akan melakukan pengelolaan lapangan migas, Jadi sesuai arahan Kang Emil (Gubernur Jabar) bahwa semangatnya harus berkolaborasi dan berinovasi. MUJ siap bersinergi sebaik mungkin dengan BUMD lainnya," katanya melanjutkan.

Dirut PEMA Zubir Sahim mengatakan, optimistis kerjasama ini bisa saling menguntungkan kedua provinsi. Langkah ini kian mendekatkan tujuan Provinsi Aceh yang menargetkan terciptanya hilirisasi dalam industri petrokimia.

Ia menyebut, ke depannya, hasil migas mentah dari Aceh bisa dikelola menjadi produk setengah jadi atau jadi melalui skema investasi dengan MUJ. Optimisme itu dipupuk seiring dengan kehadiran KEK Arun Lhokseumawe.

"Kita tahu penduduk Jawa barat ini sampai 50 juta, kita 5 juta berarti 10 kali ya. Ini adalah pasar yang paling bagus buat kita, produk-produk kita yang sifatnya pertanian, perikanan, perkebunan dan sebagainya, ini kita kemas sedemikian rupa nantinya kita tidak lagi banyak mendapatkan calo-calo, kita langsung diterima oleh perusahaan milik Pemerintah Jawa barat dan nantinya kita dengan kapal dari Kering Raya atau dari Lhokseumawe langsung menuju ke Priok atau Cirebon," kata Zubir.

"Demikian juga produk dari Jawa Barat yang kita perlukan di sini baik kerajinan, atau tekstil dan sebagainya kita bisa hadirkan di sini," ujar Zubir.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan, kolaborasi menjadi salah satu cara untuk memulihkan ekonomi di masa turunnya masa kedaruratan pandemi. Salah satu yang saat ini disorot adalah kerjasama untuk mendapatkan hak daerah untuk pengelolaan energi.

"Aceh ini besar sekali dan kalau berhasil pengelolaan haknya akan berbanding lurus dengan kesejahteraan masyarakat Aceh ya, sambil tadi saya menawarkan apa-apa yang Aceh bisa kerjasamakan sehubungan dengan penduduk kita kan banyak sekali, penduduk besar artinya market yang besar dan juta sebaliknya apakah di Aceh ada investasi yang bisa kita turun antardaerah seperti halnya yang kita lakukan di Nusa tenggara timur, dengan pariwisata," ujar Ridwan Kamil.

Gubernur Aceh Nova Iriansyah mengatakan, Jawa Barat dan Aceh memiliki banyak kesamaan baik dari sisi filosofis, historis dan budaya.

"Nah atas filosofi itu kita mengirim utusan masing-masing untuk bicara termasuk BUMD, di Aceh namanya BUMA kemudian ditemukan beberapa peluang. Nah sebenarnya, secara alamiah hubungan ini sudah terjadi sebenarnya," ujar Nova.

Saat ini, Aceh pun tengah berupaya untuk meraih kedaulatan di bidang energi. Pihaknya pun membuka peluang kerjasama dengan Jabar untuk bidang-bidang lainnya.

"Kita membuka ruang kerjasama, mudah-mudahan kerjasama ini menjadi sebuah keharusan, sebuah kondisi yang mutualistik saling membutuhkan nanti anak cucu generasi penerus, meneruskan sepanjang masa. Saya kira itu hari ini saya berterima kasih kepada gubernur Jabar dan pada kesempatan selanjutnya mungkin kita yang akan berkunjung ke Bandung," kata Nova.

(yum/mud)