ADVERTISEMENT

Sistem Saluran Air Tol Cisumdawu Disinyalir Jadi Penyebab Banjir Jatinangor

Nur Azis - detikNews
Sabtu, 25 Des 2021 19:10 WIB
Seorang anak melintasi genangan banjir di Kawasan Sayang, Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (29/2/2020). Sedikitnya 2.000 jiwa dari 660 kepala keluarga di lima area kawasan Jatinangor tersebut terdampak banjir bandang yang menyebabkan sejumlah pemukiman rusak berat dan ringan karena meluapnya aliran sungai Cikeruh pada Jumat (28/2/2020) lalu. ANTARA FOTO/Novrian Arbi/aww.
Foto: ANTARA FOTO/Novrian Arbi
Sumedang -

Penyebab banjir yang melanda kawasan Jatinangor dan sekitarnya, Jumat (24/12/2021), selain hujan deras juga diduga akibat sistem saluran air di tol Cisumdawu.

Hal itu dikatakan Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang Herman Suryatman saat meninjau lokasi, Sabtu (25/12/2021).

"Kita lihat di sana ada tiga saluran dari jalan tol yang masuk ke satu saluran di bawahnya, airnya begitu besar, sementara saluran yang ada kecil, dari sana saja bisa kita simpulkan membutuh treatment dari Satker tol untuk memperbaiki saluran, itu analisis awal," ujar Herman.

Menurutnya kondisi serupa terjadi di kawasan Desa Cileles. Beberapa saluran air dari tol Cisumdawu mengalir ke saluran air warga yang berada di bawahnya sehingga mengakibatkan terjadinya luapan air.

"Saluran warga yang berada di bawahnya ukurannya kecil, otomatis terjadi luapan air, sehingga setiap hujan terjadi banjir," katanya.

Akibat peristiwa banjir itu, 4 hektar sawah tergenang luapan banjir dan 2 rumah terancam longsor di kawasan Desa Cileles. Banjir juga sempat merendam sejumlah rumah di bantaran sungai di kawasan Desa Cikeruh dan Desa Sayang. Terparah, banjir sempat merendam 4 RW di Desa Cipacing.

"Untuk sawah dalam waktu tidak terlalu lama, pihak Satker tol akan mencari solusi, pertama salurannya akan diperbaiki dan kita pun akan mengembalikan fungsi embung (penampung air)," ujarnya.

Kades Cileles, Duduy Abdul Holik mengatakan pihaknya telah menyampaikan beberapa solusi. Salah satunya, selain melakukan normalisasi saluran air jangka pendek, juga ada pembangunan embung untuk meminimalisir debit air jika hujan deras turun.

"Hujan deras yang mengguyur dalam setahun ini banyak infrastruktur yang rusak, diantaranya TPT di dua titik roboh, kemudian saluran irigasi ada yang jebol, diharapkan kepada pemerintah memperhartikan kami juga untuk memperbaiki itu semua," ungkapnya.

Ia pun berharap adanya kompensasi bagi para petani yang lahan pesawahannya terkena dampak banjir. Pasalnya, lahan pesawahan tersebut menjadi tumpuan hidup bagi para petani.

"Karena lahan pertanian itu untuk makan, jadi kalau sampai gagal panen maka kasihan sekali para petani ini," ucapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Hujan deras yang mengguyur beberapa wilayah di Kabupaten Sumedang pada Jumat (24/12/2021) sore, mengakibatkan banjir menerjang tiga desa di Kecamatan Jatinangor. Belum ada data pasti berapa rumah yang terendam namun tinggi air ada yang mencapai hingga 1 meter lebih.

Tiga desa tersebut yakni Desa Cikeruh, Desa Sayang dan Desa Cipacing. Banjir terparah berada di desa Cipacing, sejumlah rumah yang diterjang banjir beberapa diantaranya masih terendam akibat luapan air yang disertai lumpur.

Sejumlah warga di Desa Cipacing terlihat membersihkan rumah dan barang-barang miliknya yang sempat terendam oleh luapan air yang disertai lumpur. Bahkan ada beberapa rumah yang masih terendam air dengan ketinggian selutut orang dewasa.

Tidak hanya rumah, sebuah masjid pun sempat ikut terendam akibat besarnya luapan air saat banjir menerjang kawasan tersebut.

Camat Jatinangor Herry Dewantara mengatakan dari tiga Desa yang terkena banjir, Desa terparah yakni Desa Cipacing. Sementara dua Desa lainnya tidak terlalu parah dan sudah surut.

"Untuk Desa Cikeruh dan Desa Sayang sudah surut karena banjirnya tidak terlalu besar, banjir parah terjadi disini di Desa Cipacing," ungkap Herry kepada detikcom.

Herry menyebutkan, sedikitnya ada 4 RW yang sempat terendam akibat banjir tersebut. Tinggi air saat banjir terjadi kurang lebih setinggi 1 meter.
"Untuk jumlah rumah yang terdampak kita masih melakukan pendataan," ucapnya.

Banjir sendiri, kata Herry, diakibatkan oleh meluapnya sungai Cibeusi setelah hujan deras mengguyur kawasan Jatinangor dan sekitarnya.

"Banjir ini karena luapan sungai Cibeusi, sungai Cibeusi sendiri alirannya darimana-mana dari Sukasari dan Tanjngsari, sementara tadi sore hujan sangat deras," ujar Herry.

(ern/ern)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT