Jabar Hari Ini: Oknum TNI Terlibat Kematian Sejoli-Dukun Racun Mati Dua Pria

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 24 Des 2021 22:38 WIB
Handi-Salsa Korban Tabrakan di Nagreg
Salsa dan Handi semasa hidup. (Foto: Hakim Ghani/detikcom)
Bandung -

Kasus tewasnya Handi-Salsa terungkap. Ada tiga oknum TNI terlibat kematian sejoli tersebut. Kabar lainnya, dua pria tak bernyawa di tangan dukun pengganda uang.

Berikut rangkuman sejumlah berita di Jabar hari ini, Jumat (24/12/2021)

3 Oknum TNI di Balik Kematian Handi-Salsa

Pria misterius yang membawa Handi Saputra (18) dan Salsabila (14) terungkap. Sejoli tersebut ternyata ditabrak mobil yang ditumpangi tiga anggota TNI AD di Nagreg, Kabupaten Bandung. Tubuh dua korban tersebut diduga sengaja dibuang oleh pelaku ke Sungai Serayu, Jawa Tengah.

Polda Jabar sudah melimpahkan kasus tersebut ke Pomdam III Siliwangi. "Berkaitan dengan itu, hasil koordinasi hingga sekarang kami sepakati untuk kasus tersebut dilimpahkan ke Pomdam III Siliwangi untuk penyelidikan lebih intensif," ucap Kabid Humas Polda Jabar Kombes Erdi A Chaniago.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Prantara Santosa mengungkapkan identitas tiga oknum TNI AD dalam kasus kematian Handi Saputra (18) dan Salsabila (14). Ketiganya kini tengah menjalani proses hukum.

"Setelah Polresta Bandung melimpahkan penyidikan dugaan keterlibatan 3 anggota TNI AD pada Rabu lalu (22 Desember 2021), dalam insiden kecelakaan lalu lintas di Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung (8 Desember 2021), di mana 2 korban tewas (HS dan S) akhirnya ditemukan di 2 titik berbeda di sepanjang Sungai Serayu pada 11 Desember lalu, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa telah memerintahkan penyidik TNI dan TNI AD serta Oditur Jenderal TNI untuk lakukan proses hukum," kata Prantara dalam keterangan tertulisnya, Jumat (24/12/2021).

Misa Natal di Bandung Aman

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meninjau gereja di Bandung saat pelaksanaan misa natal. Dia memastikan pelaksanaan natal berlangsung lancar dan aman.

Kang Emil, sapaannya, memantau sejumlah gereja di Jabar pada Jumat (24/12/2021) malam. Dia didampingi Forkopimda salah satunya mendatangi gereja Katedral Santo Petrus yang beralamat di Jalan Merdeka, Kota Bandung. Usai melakukan pengecekan, Emil memastikan pelaksanaan Misa Natal berlangsung kondusif.

"Kami mengunjungi berbagai gereja dan kami mengecek dan kami lihat semua berlangsung dengan lancar, ini menandakan inilah yang harus kita selalu hadirkan, rasa nyaman dan aman kondusifitas kepada masyarakat," ujar Emil.

Dalam kesempatan ini, Emil juga berpesan agar para jemaah gereja untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan. Sebab, sambung dia, pandemi COVID-19 belum sepenuhnya berakhir.

Aksi Jahat Dukun Pengganda Uang

YS alias Abah (51), dukun pengganda uang yang tewaskan dua warga Garut saat ritual penarikan uang gaib di Garut ditangkap polisi. Dia diringkus polisi di Wonosobo.

Insiden yang menewaskan dua warga Garut, Ajat dan Nurdin itu terjadi Rabu (15/12) di salah satu penginapan yang ada di Pantai Santolo, Garut. Saat itu, Ajat dan Nurdin bersama seorang korban lain bernama Dede melaksanakan ritual penarikan harta-benda gaib di lokasi.

Kegiatan itu dipimpin Abah. Dalam ritual, Abah meminta ketiganya untuk memakan daging domba kukus sebanyak 1,5 kilogram sebagai syarat untuk bisa menarik uang gaib.

Belakangan diketahui, setelah diselidiki polisi, ternyata Abah mencampur daging domba tersebut dengan racun tikus. "Sehingga akhirnya ketiganya bereaksi dan akhirnya mengakibatkan korban dua meninggal dunia dan satu kritis," ujar Kapolres Garut AKBP Wirdhanto Hadicaksono, Jumat (24/12/2021).

Dua Jembatan di Cianjur Ambruk

Dua jembatan penghubung antar desa di Kecamatan Cidaun Kabupaten Cianjur ambruk usai diterjang luapan sungai. Akibatnya aktivitas warga lumpuh total.

"Kedua jembatan ambruk kemarin sore, disebabkan luapan sungai Cimaragang setelah diguyur hujan deras," ujar Kepala Desa Gelarpawitan, Heri Kuswanto, Jumat (24/12/2021).

Menurutnya, Jembatan Datar Bolang dan Cisarakan yang menghubungkan Desa Neglasari, Cibuluh, Cimaragang, Karangwangi, dan Gelarpawitan. Ambruknya kedua jembatan yang menjadi akses utama itu mengakibatkan aktivitas warga terutama dari Desa Gelarpawitan ke desa lainnya lumpuh.

"Sekarang warga terpaksa menyeberangi sungai yang airnya deras saat ada keperluan, baik menjual hasil bumi atau ada keperluan lainnya," kata dia.

(bbn/bbn)