3 Tahun Pimpin Majalengka, Karna Sobahi Bicara Dampak Corona-Pembangunan

Bima Bagaskara - detikNews
Kamis, 23 Des 2021 15:25 WIB
Bupati Majalengka Karna Sobahi.
Foto: Bupati Majalengka Karna Sobahi (Bima Bagaskara/detikcom).
Majalengka -

Tiga tahun berlalu pasangan Bupati Karna Sobahi dan wakilnya Tarsono D Mardiana memimpin Kabupaten Majalengka. Sejak dilantik pada 2018 lalu, telah banyak hal yang dilalui keduanya, salah satunya adalah menangani dampak pandemi COVID-19.

Karna mengaku selama pandemi COVID-19 yang telah berlangsung hampir 2 tahun ini Pemkab Majalengka telah menghabiskan anggaran sebesar Rp 1,8 triliun untuk menanggulangi dampak dari tersebarnya virus tersebut.

"Saya hitung anggaran selama 2 tahun pandemi itu hampir Rp 1,8 triliun habis untuk COVID-19. Pertama untuk sosialisasi 5M, kemudian untuk pelaksanaan 3T, yang paling besar adalah bansos hampir Rp 800 miliar, kemudian vaksinasi," kata Karna saat diwawancarai, Kamis (23/12/2021).

"Siapapun pimpinannya akan sama, akan diganggu oleh COVID-19 soal warganya yang meninggal dunia, terkonfirmasi, kehilangan pekerjaan dan sebagainya," kata Karna menambahkan.

Menurutnya pandemi COVID-19 selain berdampak pada kesehatan juga memberikan dampak psikologis kepada banyak warganya. Bahkan ia mengungkapkan kasus perceraian di Majalengka tinggi selama pandemi.

"Dampak dari COVID di Majalengka ini banyak yang bercerai, ini luar biasa mungkin karena PHK. Jadi tidak hanya soal ekonomi, tapi juga psikologis, para penyintas COVID juga banyak yang trauma," ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Karna juga menyampaikan keberhasilannya membuat sejumlah bangunan monumental yang membuat Majalengka memiliki banyak ikon baru yang dikenal luas oleh masyarakat. Sebut saja Alun-alun Majalengka dan Bundaran Munjul dengan ikon bola dunianya yang terkenal.

"Pembangunan ruang publik sudah cukup menurut saya, Alun-alun Majalengka, Bundaran Munjul, Lapangan GGM sudah selesai semua. Keseimbangan pembangunan wilayah selatan, utara dan tengah bagus kita, meski masih ada sedikit yang belum terpenuhi," ujarnya.

Di sisa masa jabatannya hingga 2023 mendatang, Karna memastikan akan mengejar target yang belum bisa ia capai. Salah satu yang menjadi prioritas adalah menekan angka kemiskinan di Majalengka yang naik pada masa pandemi.

"Sisa 2 tahun lagi kemiskinan akan kita atasi karena laporannya naik 1 persen. Selain kemiskinan, pendidikan juga akan diperbaiki mengingat selama pandemi siswa terganggu belajarnya, hanya lewat daring," ujar Karna.

Lihat juga video 'Melihat Festival Rampak Genteng di Majalengka':

[Gambas:Video 20detik]



(mso/mso)