Helikopter Made In Sukabumi Pernah Ditengok Lapan, Apa Kabar Nasibnya?

Syahdan Alamsyah - detikNews
Jumat, 17 Des 2021 15:37 WIB
Helikopter Sukabumi
Jujun, warga Sukabumi, pembuat helikopter. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)
Sukabumi -

Jujun Junaedi (45), warga Kabupaten Sukabumi, sempat membuat geger publik pada November 2019. Pria berprofesi sebagai tukang bubut itu membuat helikopter bermesin genset dengan kapasitas sebesar 24 PK 700 Cc 2 silinder. Dua tahun berlalu, apa kabar nasib helikopter tersebut?

Jujun ternyata kini sudah memiliki bengkel bubut sendiri. Bengkel bubut itu beralamat di Karangtengah, Cibadak. Diketahui sebelumnya, Jujun dulu bekerja di bengkel bubut milik orang lain. Ditanya soal helikopter Jujun mengaku belum menyerah dan tetap akan mewujudkan helikopter tersebut.

"Helikopter, sesuai rencana dan kajian, kita break dulu. Kalau dulu pembuatan sparepart atau assembling-nya kita ngandelin di orang, nyewa atau waktunya terhalang kita kerja baru bisa dikerjakan saat istirahat. Kalau sekarang waktunya lebih leluasa karena punya bengkel sendiri," kata Jujun, Jumat (17/12/2021).

Alasan 'jeda', menurut Jujun, sebab dirinya ingin fokus kepada kebutuhan keluarga. Ia lebih dulu menghidupi kebutuhan keluarga dari bengkelnya sendiri. Ketika dirasa kehidupan keluarganya sudah mapan, dia akan kembali melanjutkan pekerjaannya membangun helikopter yang dulu bernama Gardes JN 77.

"Sesuai karakter saya belum menyerah. Kurang itu kalau dulu pembuatan alatnya, seperti mesin, bubutnya, harus punya sendiri dan punya waktu yang luang. Nah, kalau alat sudah ada, mesin bubut ada dua tinggal melanjutkan. Namun saat ini saya memilih mengerjakan helikopter itu kalau dapur sudah mapan, karena kita punya anak sekolah. Kebutuhan keluarga akhirnya tidak langsung lanjut (membuat helikopter)," kata Jujun.

Jujun mengaku dulu hambatan utamanya adalah peralatan dan waktu luang. Kini dengan memiliki bengkel sendiri, dia punya peralatan dan waktu yang lebih banyak, namun Jujun tidak memungkiri daya kreativitasnya harus terhenti lebih dulu untuk mengejar kebutuhan keluarga.

"Alhamdulillah sekarang sudah berjalan 10 bulan punya bengkel sendiri. Jadi, untuk ke depan, helikopter bisa dilanjutkan dengan alat yang kita punya sendiri, dengan waktu luang yang banyak. Ada ketenangan, ada waktu lebih maksimal, satu catatan kenapa tidak dilanjut? Karena bengkel baru 10 bulan jadi, saya tidak langsung ngerjain heli lagi kalau sudah keluarga seperti ini kan harus perhitungan juga," tutur Jujun.

Diberitakan sebelumnya, Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) saat itu dijabat Bambang PS Brodjonegoro menyoroti helikopter rakitan Jujun Junaedi. Tim dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) diperintah Menristek melihat langsung helikopter buatan tukang bubut tersebut.

Perwakilan Lapan mendatangi kediaman Jujun di Kampung Cibubuay, RT 3 RW 1, Desa Darmareja, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Selasa (19/11/2019). "Selama ini kita tahunya di media. Nah, hari ini kami sengaja datang karena ada permintaan dari Pak Menteri Riset dan Teknologi kepada Kepala Lapan untuk melihat langsung ke lokasi tempat yang membuat helikopter ini," kata pejabat Humas Lapan Jasyanto.

Simak juga video 'Pesan Lapan untuk Jujun, Tukang Bubut Perakit Heli Asal Sukabumi':

[Gambas:Video 20detik]



(sya/bbn)