ADVERTISEMENT

Terdakwa Pengurus FSPP Akui Potong Bantuan Hibah Banten untuk Ponpes

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Kamis, 16 Des 2021 21:35 WIB
Lanjuta sidang korupsi hibah Ponpes Banten
Sidang korupsi hibah Ponpes Banten (Foto: Bahtiar Rifa'i)
Serang -

Terdakwa korupsi hibah ponpes Provinsi Banten, Tb Asep Subhi mengaku bahwa ia melakukan pemotongan bantuan untuk pesantren pada tahun 2020. Pengurus Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FS{{) Pandeglang ini mendapat total Rp 104 juta dari 10 ponpes.

Asep mengatakan, awalnya ada 10 pesantren salafi meminta bantuan padanya soal pencairan hibah Rp 30 juta dari provinsi. Ia minta 10 pesantren itu menyediakan kelengkapan dokumen sebagai syarat pencairan.

"Alhamdulillah, terus lengkap. Mereka memberikan persyaratan ke saya, intinya membantu dan berhasil cair," kata Tb Asep di Pengadilan Tipikor Serang, Kamis (16/12/2021).

Dari pesantren yang ia bantu itu, ia mendapat total Rp 104 juta. Rp 96 juta ia gunakan dan Rp 8 juta ia berikan ke terdakwa Agus Gunawan yang bertugas sebagai honorer di Biro Kesra. Uang ke Agus itu ia berikan karena dibantu mendahulukan proses pencairan 10 pesantren.

"Rp 8 juta (ke Agus), itu dari pemberian pondok itu. Saya Rp 96 (juta)," kata Tb Asep.

Saat ditanya majelis, terdakwa Agus mengakui menerima Rp 8 juta dari terdakwa Asep. Tapi, ia tidak membuat kesepakatan apapun sebelumnya atas penerimaan uang itu.

"Saya juga nggak ngerti. Pada saat itu saya pikir saudara ini (Asep) meminta didahulukan. Saudara Asep merasa udah dibantu saja. waktu itu minta didahulukan, saya bilang yang lain juga masih banyak" ujarnya.

Terdakwa lain Epieh Saepudin juga mengakui bahwa membantu memotong setengahnya bantuan hibah ke 8 pesantren di Pandeglang. Tapi, katanya itu berdasarkan perintah dari saksi Afifi dan seseorang bernama Diki dari Biro Kesra.

"Saya awal-awal nggak tega. Terus bilang ke kiai-kiai, pak ini ada bantuan dipotong Rp 15 juta. Udah yang penting saya dapat bantuan. Karena sudah mengajukan tapi nggak cair-cair," kata terdakwa.

Terdakwa menyebut bahwa pesantrennya terdaftar sebagai penerima hibah. Ia juga malah jadi korban pemotongan Rp 3 juta oleh FSPP Pandeglang dan Kecamatan Labuan. Alasan mereka, uang itu untuk sedekah bagi FSPP.

"Kalau bantuan kemarin Rp 30 juta saya jadiin majelis. Dipotong FSPP (kecamatan) Rp 1,5 juta dan FSPP kabupaten Rp 1,5 juta," ujarnya.

Pemotongan oleh FSPP itu juga ia sebut sedikit memaksa. Karena jika menolak memberi jatah ke FSPP maka mereka diancam tidak lagi menerima bantuan.

"Bilangnya sedekah. Kalau tidak ngasih nggak dikasih bantuan lagi. Saya kasih, dapat ngutang itu yang Rp 3 juta," ujarnya.

(bri/mud)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT