Musim Tanam Akhir Tahun, 12 Ton Pupuk Subsidi Disebar di Banten

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Kamis, 16 Des 2021 13:27 WIB
Ilustrasi Pupuk Bersubsidi
Ilustrasi pupuk (Foto: Dok Kementan)
Serang -

Stok pupuk subsidi tercatat mencapai 12.307 ton untuk musim tanam yang sedang berlangsung saat ini di beberapa wilayah Provinsi Banten. Stok itu tercatat per hari Minggu (12/12) untuk kebutuhan minimum yang diatur pemerintah.

Berdasarkan catatan PT Pupuk Indonesia (Persero), stok pupuk itu terdiri dari urea 7.047 ton, pupuk NPK 2.537 ton, SP-36 1.326 ton, pupuk ZA 352 ron dan pupuk organik 1.045 ton. Bahkan, hingga Jumat (10/12) pekan lalu, realisasi pupuk subsidi di wilayah ini sudah mencapai 77.756 ton.

"Untuk wilayah Banten, hingga tanggal 10 Desember 2021, sudah mencapai 77.756 ton dari alokasi 106.836 ton," kata VP Sales Region 3A PT Pupuk Indonesia Aviv Ahmad Fadhil, Kamis (16/12/2021).

Realisasi 77 ribu ton lebih itu termasuk pupuk urea 49.316 ton lebih, SP-36 2.356 ton lebih, ZA 134 ton, NPK 22.473 ton, dan pupuk organic 3.477 ton. Khusus untuk daerah Pandeglang, dari alokasi Pupuk Indonesia sebanyak 33.872 ton, pada pekan lalu sudah terealisasi 28.251 ton atau sudah mencapai 83,4 persen.

Ia mengatakan, pupuk subsidi yang tersedia ini hanya bisa dimanfaatkan oleh petani yang sudah terdaftar di Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok atau e-RDKK. Ketentuan dan syaratnya mengacu pada aturan Kementerian Pertanian misalnya wajib tergabung di kelompok tani, memiliki Garapan lahan maksimal dua hektare, dan ada syarat di wilayah tertentu yang menggunakan Kartu Tani.

"Apabila belum memiliki Kartu Tani, petani masih dapat menebus pupuk subsidi secara manual dengan bantuan petugas penyuluh lapangan dari Dinas Pertanian setempat," ujarnya.

Menurutnya, penyaluran pupuk subsidi ini diawasi oleh Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida atau KP3 dan penegak hukum. Pupuk subsidi adalah barang dalam pengawasan pemerintah.

Selain itu, Pupuk Indonesia juga memiliki sistem kontrol penyaluran dan memiliki jaringan distribusi. Jaringan distribusi ini mulai dari unit pengantongan, unit pusat distribusi atau distribution center, kapal laut, truk, gudang hingga kios resmi.

"Teknologi informasi ini merupakan sistem terintegrasi yang didesain melakukan kontrol rantai pasok pupuk subsidi secara optimal," pungkasnya.

(bri/mud)