Sayur Subur di Atap Masjid Bikin Warga Makmur

ADVERTISEMENT

Sayur Subur di Atap Masjid Bikin Warga Makmur

Wisma Putra - detikNews
Rabu, 15 Des 2021 09:58 WIB
Kebun Sayur di Atap Masjid Bandung
Area masjid bisa dimanfaatkan menjadi tempat bertani. (Foto: Wisma Putra/detikcom)
Bandung -

Terpikat dan kagum. Begitu reaksi Menteri BUMN Erick Thohir saat menyambangi Masjid As-Shidiq di Kecamatan Ujungberung, Kota Bandung, awal Oktober 2021.

Erick seksama melihat halaman sempit di masjid tersebut. Pengurus DKM mesjid memanfaatkan area itu menjadi tempat bertani atau bercocok tanaman melalui program Masjid Makmur Tur Alus Hejo Pakarangan (Mamatahan) atau turunan dari program Buruan Sehat Alami Ekonomis (SAE) Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung.

Di lokasi ini, Erick melihat langsung proses penyiraman sayuran secara otomatis yang dioperasikan menggunakan ponsel. Hanya dengan kendali jari, beragam jenis sayur itu merata tersiram air.

Usai menyimak proses penyiraman tanaman, Erick melihat tempat pesemaian sayuran dan media tanam organik tower garden (OTG) yang memanfaatkan ember bekas. Menurutnya, cara tersebut unik dan edukatif.

Tidak berhenti di sana, Erick melangkah naik ke rooftop masjid. Dia memuji ide kreatif pengurus masjid yang menyulap area atap menjadi tempat menanam beragam jenis sayuran.

Jika di halaman masjid, sayuran ditanam langsung di tanah, di atap ini sayuran ditanam menggunakan media plastik polybag yang dijajarkan pada atas rak besi. Erick tampak betah melihat sayuran yang ada di atap masjid. Hampir 30 menit lamanya Erick berbincang bersama pengurus DKM dan bertanya soal pengembangan pertanian yang memanfaatkan halaman dan atap masjid.

Kebun Sayur di Atap Masjid BandungMenteri BUMN Erick Thohir memuji kreativitas warga yang menyulap area atap masjid menjadi tempat menanam beragam jenis sayuran. (Foto: Wisma Putra/detikcom)

Tak hanya melihat dan mendengar penjelasan pengelola terkait program ini, yang dimana memiliki tujuan untuk ketahanan pangan dan pemenuhan sayur keluarga. Erick pun berkesempatan memanen sawi yang ditanam di plastik polybag dan langsung menunjukkannya ke arah kamera.

"Ini semua tanaman yang bisa dikonsumsi, organik juga. Misalnya di setiap masjid bisa menanam seperti ini, luar biasa. Saya terinspirasi," puji Erick kepada seorang pengelola.

Erick berencana menerapkan program buruan SAE ini di setiap masjid binaan BUMN yang ada di seluruh Indonesia dan mengenalkannya kepada Masyarakat Ekonomi Syariah. "Saya Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah kalau berkenan, nanti kita buat video yang bagus, maksudnya ceritakan ini dari awal, nanti kita undang seluruh masyarakat ekonomi syariah. Ini bagus, ya. Jadi masjid BUMN kita lakukan sinergitas, kita undang beliau (pengelola termasuk dinas) ke Jakarta. Kita buat acara masyarakat ekonomi syariah seluruh Indonesia," tuturnya.

"Ini bagus, kita mulai dari kecil, kecil dulu. Lama-lama jadi besar," kata Erick menambahkan.

Kalau semua masjid bisa melakukan hal tersebut, dia yakin perekonomian warga di sekitar masjid akan terbantu. "Kita bisa lihat bagaimana keseimbangan ekonomi terus kita jalankan, karena itu harus ada keberpihakan. Harus ada penetrasi dari titik terkecil, salah satunya kita lihat ekonomi dari desa, umat dan rakyat masjid ini bisa dibangun. Kita memastikan kebutuhan daerah sekitar ini ada pertanian, ada air bersih, ini menjadi sebuah kesinambungan yang baik bagi perekonomian," tuturnya.

Erick mengatakan, sebelum masjid BUMN, masjid Kementerian BUMN yang akan segera menerapkan buruan SAE. "Saya rasa ini sangat menginspirasi, maka dari itu saya tawarkan kerja sama masjid-masjid BUMN bisa mencontoh. Bagaimana masjid juga bisa menjadi bagian ekonomi untuk komunitas. Kita terapkan di masjid-masjid BUMN lain," ujarnya.

Kontribusi PLN

Sekadar diketahui, Buruan SAE di mesjid ini didukung PT PLN melalui program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) dan PLN Peduli.

Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril mengatakan perseroan akan mengadopsi program seperti ini, khususnya di lokasi-lokasi dekat transmisi. PLN melihat potensi besar di balik program pemanfaatan aset lahan ini untuk mendukung agenda ketahanan pangan nasional.

"Pengembangan urban farming di pekarangan masjid tak hanya bermanfaat bagi warga sekitar. PLN sendiri mendapat dampak positif terhadap operasi kelistrikannya melalui program ini. Sebab melalui komunitas warga masjid ini juga, PLN terbantu dalam melakukan sosialisasi keselamatan kelistrikan," kata Bob.

Kebun Sayur di Atap Masjid BandungUrban farming di area masjid. (Foto: Wisma Putra/detikcom)

Bob menyebutkan, bagi PLN sangat penting dalam melakukan program TJSL untuk bisa disinkronisasikan dengan program kerja. Salah satunya kontribusi dalam hal mendorong edukasi dan sosialisasi keselamatan kelistrikan untuk aset PLN yang membentang di seluruh Indonesia, baik itu transmisi maupun distribusi.

"Ini merupakan contoh sinergi program TJSL yang baik. Karena dampaknya luar biasa," ucap Bob.

Simak juga 'Jokowi ke Temanggung, Pastikan Harga Bawang Tak Dipermainkan Tengkulak':

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT