Round-Up

Dugaan Eksploitasi Ekonomi di Balik Kasus Pemerkosaan 12 Santriwati

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Jumat, 10 Des 2021 08:22 WIB
poster
Foto: Ilustrasi (Edi Wahyono/detikcom).
Bandung -

Fakta baru terungkap dari kasus pemerkosaan 12 santriwati oleh Herry Wirawan (36). Pemimpin pesantren Tahfidz Madani ini juga mengeksploitasi anak yang lahir dari santriwati untuk minta sumbangan.

Fakta itu diungkap Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) RI. Ada dugaan eksploitasi ekonomi serta kejelasan aliran uang dari sumbangan yang dilakukan oleh Herry.

"Fakta persidangan mengungkap bahwa anak-anak yang dilahirkan para korban diakui sebagai anak yatim piatu dan dijadikan alat oleh pelaku untuk meminta dana kepada sejumlah pihak," ujar Wakil Ketua LPSK RI Livia Istania DF Iskandar dalam keterangan yang diterima detikcom, Kamis (9/12/2021).

Livia mengungkapkan dana Program Indonesia Pintar (PIP) milik korban juga diambil pelaku. Salah satu saksi memberikan keterangan bahwa ponpes mendapatkan dana BOS yang penggunaannya tidak jelas.

"Serta para korban dipaksa dan dipekerjakan sebagai kuli bangunan saat membangun gedung pesantren di daerah Cibiru," katanya.

Seiring dengan penanganan kasus ini,LPSK saat ini melindungi 29 orang terdiri dari pelapor, saksi dan korban saat memberikan keterangan dalam persidangan dugaan tindak pidana persetubuhan terhadap anak, dengan terdakwa HW yang digelar di PN Kota Bandung dari tanggal 17 November hingga 7 Desember 2021.

Simak Video 'Penjelasan Polda Jabar Soal Kasus Pemerkosaan 12 Santriwati':

[Gambas:Video 20detik]