Tujuh Fakta Ngeri Pemerkosaan 12 Santriwati di Bandung

ADVERTISEMENT

Tujuh Fakta Ngeri Pemerkosaan 12 Santriwati di Bandung

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 10 Des 2021 07:22 WIB
Ilustrasi Pemerkosaan Anak
Foto: Zaki Alfarabi / detikcom
Bandung -

Herry Wirawan (36), guru yang juga disebut sebagai pemimpin pesantren Tahfidz Madani di Bandung memperkosa 12 santriwati hingga beberapa korban hamil. Aksinya terkuak pada Mei lalu dań kini sudah masuk dalam persidangan. Berikut fakta-fakta soal aksi pemerkosaan keji itu.

1. Dilakukan Berulang Selama Lima Tahun

Herry memperkosa 12 santriwatinya selama lima tahun atau dari 2016-2021. Hal itu berdasarkan salinan dakwaan yang diterima detikcom. Dakwaan itu telah dibacakan oleh jaksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandung.

"Bahwa terdakwa sebagai pendidik/guru pesantren antara sekitar tahun 2016 hingga 2021 telah melakukan perbuatan asusila terhadap anak korban santriwati," ucap Jaksa dalam petikan dakwaan yang diterima detikcom pada Rabu (8/12/2021).

Masih dalam surat dakwaan yang diterima, total korban mencapai belasan orang. Mereka semua merupakan santriwati yang tengah belajar di pesantren milik Herry di kawasan Cibiru, Kota Bandung.

2. Santriwati yang Jadi Korban Mayoritas Asal Garut

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat menegaskan korban pemerkosaan yang dilakukan oleh guru pesantren sebanyak 12 orang. Menurut Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Garut Diah Kurniasari dari 12 korban aksi keji Herry, 11 di antaranya merupakan warga Garut.

"Ini ada dari 2 kecamatan. Dari kita 11," ujar Diah kepada wartawan, Kamis (9/12/2021).

Diah menjelaskan, mereka sekolah di pesantren pimpinan Herry karena gratis. Mayoritas, mereka memiliki hubungan saudara dan tetangga.

"Sebenarnya mereka sekolah di sana karena gratis. Jadi banyak ketalian (hubungan) saudara dan tetangga," katanya.

3. Usia Santriwati Mulai dari 13 Tahun

Masih menurut Diah, rata-rata korban dari Garut berusia 13 tahunan. Selain asal Garut, kata Diah, ada juga korban yang berasal dari Bandung.

11 santri asal Garut itu berasal dari dua kecamatan. Mereka ikut bersekolah ke Bandung karena gratis.

Sementara jaksa sebelumnya menyebut usia santri rata-rata 16-17 tahun.

4. Santriwati yang Hamil Lebih dari Empat

Menurut Diah, dari 11 korban santri asal Garut yang diperkosa, 7 orang hamil dan melahirkan. Satu di antaranya melahirkan dua anak. Sehingga, total anak yang dilahirkan dari korban asal Garut adalah 8.

"Sekarang ada di ibunya masing-masing. Semuanya 8 dari anak-anak ini," ujar Diah.

Sementara sebelumnya keterangan dari jaksa, korban yang hamil hanya empat orang. "Ada empat anak korban yang hamil," ucap Jaksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandung Agus Mudjoko saat dikonfirmasi, Rabu (8/12/2021).

Agus mengatakan keempat anak yang hamil tersebut saat ini sudah melahirkan. Saat sidang saksi digelar kemarin, posisi anak korban yang hamil sudah melahirkan.
"Yang hamil sudah melahirkan semua," tutur dia.

5. 9 Bayi Lahir, Dua Masih dalam Kandungan

Anak yang lahir dari santriwati korban pemerkosaan Herry Wirawan sebanyak 9 bayi."Waktu prapenuntutan itu masih delapan. Ketika persidangan ini digelar ada sembilan," ucap Plt Asisten Pidana Umum Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Riyono saat ditemui di Kantor Kejati Jabar, Jalan Naripan, Kota Bandung, Rabu (8/12/2021).

Selain sembilan anak lahir dari Santriwati, masih ada dua anak yang masih dalam kandungan. Hingga saat persidangan ini digelar, anak tersebut belum lahir.
"Kemudian ada juga yang masih hamil," kata dia.

Sementara itu menurut Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Garut Diah Kurniasari dari 11 korban pemerkosaan asal Garut, 7 orang hamil hingga melahirkan. Bahkan salahsatu orang sampai hamil dua kali.

Sehingga, total anak yang dilahirkan dari korban asal Garut adalah 8. "Sekarang ada di ibunya masing-masing. Semuanya 8 dari anak-anak ini," ujar Diah.

Diah menambahkan, mereka rata-rata berusia 13 tahunan. Selain asal Garut, kata Diah, ada juga korban yang berasal dari Bandung.

"Bahkan ada satu korban yang melahirkan yang mengalami baby blues. Ya gak mau makan, tetap stress," tutup Diah.

Dua fakta lainnya menunjukkan kebiadaban Herry Wirawan, klik berita selanjutnya

Simak Video 'Penjelasan Polda Jabar Soal Kasus Pemerkosaan 12 Santriwati':

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT