Pelaku Utama Sindikat Pembuatan Kartu Prakerja Fiktif Ditangkap

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Senin, 06 Des 2021 15:44 WIB
Pelaku utama pembuatan kartu prakerja fiktif ditangkap
Pelaku utama pembuatan kartu prakerja fiktif ditangkap (Foto: Dony Indra Ramadhan)
Bandung -

Polisi menangkap pelaku utama pembuatan kartu prakerja fiktif. Pelaku berinisial BY merupakan hacker yang menjebol data untuk mendapatkan nomor NIK guna dijadikan kartu prakerja.

Sindikat ini dibongkar oleh Subdit 1 Indag Direktorat Reserse Kriminal Khusus yang dipimpin Kasubdit Kompol Andry Agustiano. Empat orang pelaku berinisial AP, AE, RW dan WG dibekuk di salah satu hotel di Kota Bandung lebih awal.

"Tidak berhenti di sana kami amankan dan lakukan penyelidikan ditemukan bahwa pelaku utama nggak ada di situ, dia ada di satu titik luar pulau. Kami lakukan pengejaran dalam waktu tiga hari kita tangkap dan amankan BY sebagai pelaku ilegal akses," ucap Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar Kombes Arief Rachman di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Senin (6/12/2021).

BY sendiri ditangkap oleh tim penyidik Subdit Satu di daerah Samarinda, Kalimantan. Dalam praktik ini, BY diketahui berperan sebagai hacker.

Dia menjebol website BPJS ketenagakerjaan untuk mendapatkan NIK yang kemudian diserahkan ke empat pelaku untuk diregister ke website prakerja.

"Di sini ada ilegal akses dan identity thief dan ilegal authorization," katanya.

Perbuatan sindikat ini menyebabkan kerugian negara hingga miliaran. BY kini ditahan dengan empat tersangka lainnya di Polda Jabar.

Polda Jawa Barat membongkar sindikat pembuat kartu prakerja fiktif. Sindikat ini mampu mendapat keuntungan hingga Rp 18 miliar dalam aksinya.

Sindikat ini dibongkar oleh Subdit 1 Indag Direktorat Reserse Kriminal Khusus yang dipimpin Kasubdit Kompol Andry Agustiano. Empat orang pelaku berinisial AP, AE, RW dan WG dibekuk di salah satu hotel di Kota Bandung.

"Para tersangka ini membuat kartu prakerja fiktif dengan mendapat keuntungan total Rp 18 miliar," ucap Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar Kombes Arief Rachman dalam keterangannya, Sabtu (4/12/2021).

(mud/mud)