Kunjungi Ponpes di Sumedang, Erick Thohir: Pesantren Mercusuar Peradaban

Nur Azis - detikNews
Sabtu, 04 Des 2021 16:49 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir
Menteri BUMN Erick Thohir saat mengunjungi ponpes di Sumedang. (Foto: Nur Azis/detikcom)
Sumedang -

Pesantren adalah mercusuar peradaban dimana pesantren bisa menjadi penggerak ekonomi umat. Dengan begitu diharapkan Indonesia menjadi negara produktif bukan hanya sekedar menjadi negara konsumtif.

Hal itu disampaikan Menteri BUMN Erick Thohir saat melakukan kunjungan ke pondok Pesantren Islam Internasional Terpadu Asy-Syfaa Wal Mahmudiyyah di Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Sabtu (4/11/2021).

"Selalu saya sampaikan bahwa pesantren adalah mercusuar peradaban, di mana kita juga sekarang sedang melakukan banyak melakukan kerja sama dengan pesantren-pesantren," ujar Erick.

Dia mengungkapkan BUMN saat ini banyak melakukan kerja sama dengan pesantren-pesantren dengan harapan bisa menjadi salah satu lumbung kekuatan pangan di masyarakat. "Pesantren juga bisa dijadikan sebagai tempat lumbung pangan, apakah dengan membuka peternakan sapi atau budi daya pangan dan hal lainnya, kita coba kolaborasikan. Kita tingkatkan bagaimana Indonesia ini jadi negara produktif tidak hanya konsumtif," ujarnya.

Selain itu, menurut dia, BUMN memiliki program meningkatkan kualitas SDM, khususnya bagi para santri. "Kita punya program santri magang di BUMN, ini tentunya agar santri punya wawasan lebih luas lagi di masyarakat," ucap Erick.

Menurutnya, segala upaya yang dilakukan BUMN tersebut bukan tanpa alasan. Sebab, kata dia, Indonesia yang merupakan masyarakat dengan populasi umat muslim terbesar, dalam hal pemasaran produk-produk berlabel halal saat ini masih kalah bersaing dengan negara-negara lain.

"Kalau kita lihat, marketnya besar, tapi bicara untuk produk-produk halal seperti makanan, Indonesia tidak masuk kepada 10 besar di dunia, yang besar malah Brazil dan Thailand," ujar Erick.

Erick menyoroti Jawa Barat yang merupakan salah satu pusat ekonomi di Indonesia. Terkait hal itu, BUMN saat ini mencoba membuka lapangan pekerjaan di Jawa Barat melalui program-program yang dicanangkannya.

"Banyak program di Jawa Barat seperti salah satunya program Makmur (Mari Kita Majukan Usaha Rakyat). Kita mendampingi para petani dan beri bantuan pembiayaan, tepat waktu pupuk, pembudidayaan bibit yang baik dan hasilnya dibeli oleh BUMN yang bekerja sama dengan swasta," ucapnya.

Dia menyebutkan soal kesuksesan program Mekaar yang berhasil mewadahi ibu-ibu yang ingin mewujudkan mimpinya untuk terjun dalam dunia bisnis. Saat ini nasabahnya sebanyak 1,9 juta orang dengan jumlah uangnya mencapai Rp 7 triliun.

"Ini juga saya harapkan ibu-ibu di Jawa Barat dapat menjadi bagian pembukaan lapangan kerja," kata Erick.

(bbn/bbn)