Peradi Siapkan Tim Pembela Buat Pengacara Tersangka Perkara LPEI

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Jumat, 03 Des 2021 19:13 WIB
ilustrasi hukum
Ilustrasi hukum (Foto: Dok.detikcom)
Bandung -

Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) menyiapkan tim pembela berkaitan dengan penangkapan pengacara berinisial DDW oleh Kejaksaan Agung (Kejagung). DDW ditangkap Kejagung lantaran menghalangi penyidikan korupsi Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI).

"Peradi telah menindaklanjuti kasus ini dengan menerjunkan tim pembela profesi dan komisi pengawas," ucap Ketua Umum DPN Peradi Otto Hasibuan dalam keterangannya, Jumat (3/12/2021).

Otto menuturkan tim tersebut bertujuan untuk mengetahui duduk perkara kasus itu. DDW juga sebelumnya sudah meminta perlindungan hukum kepada Peradi.

"Saat ini tim Peradi masih menunggu kejelasan duduk perkara sebenarnya secara jelas hingga yang bersangkutan ditetapkan sebagai tersangka. Peradi sudah siapkan tim pembela profesi dalam kasus ini," kata dia.

Sebagai langkah awal, tim yang dipimpin oleh Wakil Ketua Umum DPN Peradi Hendrik Jehanam mendatangi Kejagung. Kedatangan tim untuk mencari tahu duduk perkara yang membelit DDW.

"Kita melakukan audiensi dengan penyidik. Namun kami tidak bisa bertemu karena jadwal jenguk bertemu hari Senin. Jadi kita akan diberi kesempatan hari Senin bertemu," kata Hendrik.

Ketua Bidang Pembelaan Profesi DPN Peradi Antoni Silo menambahkan kedatangan ke Kejagung guna mencari informasi lengkap mengenai penangkapan DDW.

"Kita harus bertanya apa yang terjadi sebenarnya. Kenapa ada peristiwa penangkapan. Kami sudah ditunjuk, tugas kami pertama melakukan koordinasi dan komunikasi," ujarnya.

"Kami coba tanya 'apa sih boleh nggak dibocorin agar kami cukup yakin', karena menurut hemat kami kan penyidikannnya (tersangka kasus LPEI) terus berjalan nggak terhalangi, menurut mereka jadi terhalang. Tapi misteri itu akan dibuka di pengadilan mereka berjanji akan cepat melimpahkan. Tentu saja sebagai penasihat hukum, karena kami belum bertemu rekan DDW hari ini kan bisa kita akan melakukan prapid (pra peradilan) atau penangguhan penahanan nanti tergantung komunikasi kita dengan keluarga dan rekan DDW," kata dia menambahkan.

DDW merupakan anggota DPC Peradi Jakarta Selatan. Dalam perkara tersebut DDW menjadi pendamping hukum dari tujuh saksi yang diperiksa Kejagung.

Sekedar diketahui, Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan seorang pengacara dalam kasus dugaan korupsi penyelenggaraan pembiayaan ekspor nasional oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) Tahun 2013-2019, berinisial DDW sebagai tersangka. DWW langsung ditahan selama 20 hari.

"Direktur Penyidikan Jampidsus Kejaksaan Agung menetapkan DWW selaku advokat/penasehat hukum/ konsultan hukum sebagai tersangka dan melakukan penahanan selama 20 hari," ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Leonard Eben Ezer Simanjuntak dalam keterangannya, Rabu (1/12/2021).

DWW merupakan seorang pengacara 7 saksi dugaan tindak pidana korupsi di LPEI. Ketujuh saksi tersebut kini seluruhnya juga menjadi tersangka.

"(Penahanan terhitung) sejak 30 November 2021 sampai dengan 19 Desember 2021 di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Salemba Cabang Kejaksaan Agung," lanjut Leonard.

(dir/mud)