Jelang Tengah Malam, UMK 2022 Jabar Belum Ditetapkan

Yudha Maulana - detikNews
Selasa, 30 Nov 2021 23:10 WIB
Buruh di Gedung Sate
Sejumlah buruh bertahan di depan Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (30/11/2021) malam. Mereka menantikan penetapan nilai UMK 2022 oleh Pemrov Jabar. (Foto: Yudha Maulana/detikcom)
Bandung -

Pemprov Jabar masih belum menetapkan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) 2022 hingga Selasa (30/11/2021) pukul 23.00 WIB. Massa buruh pun sebagian masih bertahan di area Gedung Sate, tepatnya di Lapangan Gasibu Kota Bandung.

Pantauan detikcom, Jalan Diponegoro yang pada siang tadi dipenuhi oleh ribuan buruh dari berbagai aliansi pekerja, kembali bisa dilintasi oleh kendaraan umum. Pagar berduri yang memagari Gedung Sate sebagian telah luluh lantak, sampah-sampah pun berserakan.

Jas hujan plastik yang digunakan oleh buruh pun sebagian digantung di kawat berduri. Sekadar diketahui, hari hujan gerimis terus mengguyur wilayah Gedung Sate sekitar pukul 15.00 WIB hingga malam.

Pihak kepolisian pun masih bersiaga di halaman Gedung Sate. Tak terlihat aktivitas mencolok dari massa buruh yang mengawal penetapan UMK agar sesuai rekomendasi kabupaten/kota.

Pihak Pemprov pun masih belum bisa dikonfirmasi kapan penetapan UMK 2022 akan diumumkan. Meskipun, hari ini adalah batas terakhir penetapan UMK untuk tahun 2022. Sekda Jabar Setiawan Wangsaatmaja yang dikabarkan akan mengumumkan UMK, belum memberikan keterangan apa pun.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menyerukan mogok nasional, andaikata pemerintah masih bersikukuh menetapkan UMP dan UMK dengan acuan PP 36 Tahun 2021.

"Jika pemerintah masih menetapkan UMP dan UMK masih sama dengan PP 36, kita mogok nasional," kata Said Iqbal saat berorasi di Gedung Sate.

Koordinator Aliansi Buruh Jabar Ajat Sudrajat mengatakan soal mogok nasional akan ditentukan setelah melihat keputusan gubernur hari ini. Sekadar diketahui, hari ini adalah hari terakhir penetapan UMK.

"Soal mogok nasional, apabila keputusan hari ini sampai pak gubernur meng-SK-kqn PP 36, kita akan mogok nasional. Soal berapa lama apakah seminggu atau sebulan kita masih akan koordinasikan," kata Ajat di Gedung Sate.

"Kami harapkan pak gubernur bisa kembali ke Bandung dari Bogor, untuk mendiskusikan formulasi dan solusi bagi upah di Jabar ini," ucap dia menambahkan.

(yum/bbn)