Pengungsi Banjir Makan Nasi Garam, Begini Penjelasan Kades Dayeuhkolot

Muhamad Iqbal - detikNews
Selasa, 30 Nov 2021 14:59 WIB
Warga korban banjir Dayeuhkolot terpaksa mengungsi
Pengungsi banjir Dayeuhkolot (Foto: M Iqbal)
Bandung -

Pengungsi bencana banjir di Dayeuhkolot, Bandung terpaksa makan nasi dengan hanya ditaburi garam. Kepala desa akan melakukan evaluasi terkait temuan tersebut.

Kepala Desa Dayeuhkolot Yayan Setiana mengakui bahwa kejadian tersebut benar adanya. Namun, ia pun menjelaskan ada kesalahpahaman terkait pemberian bantuan.

"Sebenarnya, kemarin itu saya pagi ada. Untuk pengungsi itu setiap hari dikasih bantuan. Cuman kemarin, beliau ngungsinya datang jam 1 malam. Sedangkan kami membagikan bantuan itu antara jam 6 - 7 malam," ucap Yayan saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (30/11/2021).

Yayan menjelaskan, pembagian bantuan dilakukan sore hari agar bantuan diberikan langsung kepada pengungsinya. Karena pada saat pagi hari, sejumlah pengungsi sering kali sudah berangkat bekerja.

"Kemarin kan hari Minggu tuh (banjir), kami pantau terus, kemarin kebetulan hari Minggu, anak anak yang di sini kecapean, beres beres di desa, pagi pada tidur pules jadi belum ke cek ke lapangan pagi pagi siapa yang baru datang mengungsi," ucapnya.

Maka dari itu, pihaknya pun akan memperbaiki pola pemberian bantuan. Yang tadinya hanya sore atau malam, makan nanti akan dilakukan pengecekan ulang agar hal tersebut tidak terjadi lagi.

"Iya mungkin pengalaman kemarin, kami akan kroscek paginya kalau ada yang datang malam. Agar logistiknya diberikan bagi yang baru datang," ucapnya.

Yayan mengatakan, sejumlah warga yang mengungsi sering kali tidak kurang satu Minggu berada di lokasi pengungsian. Maka dari itu, stok makanan dan kebutuhan lainnya sudah tersedia hingga satu pekan.

Maka dari itu, kata Yayan, pengungsi tidak perlu segan untuk meminta bantuan kepada pihak desa.

"Saya sudha bicara ke pengungsi, kalau keperluan apapun silakan bicara, kan ada kordinator ya. Jangankan keperluan untuk makan, stok sabun, handuk, selimut, kami ada asal mereka kasih tahu ke kami," pungkasnya.

(mud/mud)