Gerak Senyap Motor Listrik Kreasi Anak Bangsa

Baban Gandapurnama - detikNews
Selasa, 30 Nov 2021 10:50 WIB
Motor Listrik Khusus Militer
Motor trail tenaga listrik berbasis baterai ini didesain PT Len Industri. (Foto: Baban Gandapurnama/detikcom)

Siap Diproduksi 2022

Aturan kendaraan listrik di Indonesia sudah digulirkan Presiden Joko Widodo. Payung hukumnya yaitu Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai.

Regulasi lainnya yang mendukung kendaraan listrik di Indonesia yakni Peraturan Pemerintah Nomor 73 tahun 2019, Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 13 Tahun 2020, Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 45 Tahun 2020, Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 8 Tahun 2020, Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 27 Tahun 2020, dan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 28 Tahun 2020.

Urgensi era kendaraan bermotor listrik di Indonesia meliputi tiga faktor terdiri ketahanan energi, lingkungan dan kapasitas nasional. Berbicara ketahanan nasional, pemerintah mendorong penguasaan teknologi industri dan rancang bangun kendaraan dalam negeri serta menjadikan Indonesia sebagai basis produksi dan ekspor kendaraan bermotor.

Tangan-tangan energik penggawa PT Len Industri yang berkolaborasi dengan anak perusahaannya, PT Eltran Indonesia, bersiap mengembangkan dan menyediakan ekosistem kendaraan listrik yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Salah satu BUMN industri pertahanan yang bermarkas di Kota Bandung ini membeberkan latar belakang mendesain sepeda motor listrik untuk militer.

"Len adalah BUMN yang sudah berpengalaman di bidang teknologi power elektronik, dahulu kita juga pernah membuat sistem traksi untuk kereta KRL. Awal 2000-an, bahkan ketika masih Len-LIPI, sudah punya sepeda dan mobil boogie listrik. Len juga kini ditugaskan sebagai lead integrator di bidang pertahanan maupun sistem transportasi perkeretaapian," ujar SVP Technology-Research Development Center PT Len Industri Vicky Gitasiswaya.

PT Len merangkul pihak-pihak dari dalam negeri untuk urusan komponen kendaraan listrik. Semangat maju bersama anak negeri makin kuat digulirkan.

"Motor ini sebagian komponen dari mitra lokal, kita ingin membentuk ekosistem industri ini. Karena kunci dari berkembangnya sebuah industri antara lain adalah seberapa kuat ekosistemnya. Dengan solusi yang terintegrasi dan menyeluruh, kami ingin mendorong dan mendukung operasi militer TNI," tutur Vicky.

Motor listrik E-Tactical Stealth Trail ini, kata dia, untuk sementara difokuskan dalam memenuhi kebutuhan militer. Motor ini diharapkan menjadi motor yang cerdas dan ramah lingkungan. Kebutuhan untuk operasi senyap, cepat, smart dan dapat digunakan di berbagai medan," ucap Vicky.

Kendaraan listrik berbasis baterai dinilai irit. Klaim iritnya kendaraan listrik pernah dilontarkan Menteri BUMN Erick Thohir. Erick pernah menjajal mobil listrik via jalur darat rute Jakarta-Bali yang hanya membutuhkan ongkos setrum senilai Rp 200 ribu. Hal berbeda kala menggunakan mobil yang harus diisi BBM senilai Rp 1,1 juta. Duit perjalanan antarprovinsi sejauh 1.194 kilometer dan waktu tempuh 21 jam tersebut selisihnya Rp 900 ribu.

Motor Listrik Khusus MiliterDua versi prototipe motor E-Tactical. Motor trail listrik untuk operasi militer Indonesia dan motor pengawalan. (Foto: Baban Gandapurnama/detikcom)

Peluang mengembangkan kendaraan listrik di Indonesia siap dilakoni PT Len Industri. Bila tak ada aral melintang, motor 'Si Loreng' dan motor tipe pengawalan karya anak bangsa ini akan diproduksi pada 2022.

"Target kami di pertengahan tahun 2022 motor E-Tactical sudah release. Untuk harga, kami masih mempelajari pasar. Mudah-mudahan motor ini tepat sasaran dan tepat guna. Tidak menutup kemungkinan dikembangkan untuk umum dan tentunya dengan spesifikasi yang menyesuaikan," ujar Vicky.


(bbn/mud)