Tuntut Saluran Irigasi Diperbaiki, Warga Geruduk Kantor Bupati-DPRD Tasik

Deden Rahadian - detikNews
Senin, 29 Nov 2021 13:25 WIB
Tasikmalaya -

Ribuan warga Tanjungjaya menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Bupati dan Gedung DPRD Kabupaten Tasikmalaya. Mereka menuntut agar saluran irigasi di wilayahnya diperbaiki agar bisa berfungsi maksimal.

Massa terdiri dari kalangan petani, penggarap sawah, karang taruna, tokoh agama dan masyarakat lainnya ini mengeluhkan rusaknya saluran irigasi Ciramajaya di Kecamatan Tanjungjaya.

Kondisi itu membuat petani di Desa Tanjungjaya, Cintajaya, Cibalanarik dan Cilolohan kesulitan untuk menanam padi. Pasalnya saluran irigasi tidak mengaliri air dengan maksimal ke sawah milik mereka. Warga hanya bisa memaksimalkan menanam padi saat musim hujan.

"Kami dari Forum Masyarakat Tanjungjaya Bersatu, menuntut agar saluran irigasi Ciramajaya diperbaiki dan difungsikan. Sudah 14 tahun dibiarkan begitu saja. Kami para petani enggak bisa bercocok tanam. Kami hanya dijanjikan iya iya saja," kata Oos Basor, Korlap Aksi di gedung Bupati Tasikmalaya.

"Makanya kami datang ke sini suarakan aspirasi, pertama mendorong peningkatan jaringan irigasi dan fungsinya. Kedua, menjamin terselenggaranya pengelolaan irigasi secara efektif dan efisien. Ketiga, memastikan ketersediaan air yang secara insidentil dibutuhkan masyarakat Tanjungjaya, dan mendorong DPRD Kabupaten Tasikmalaya untuk mengaudit anggaran pengelolaan jaringan irigasi," ucap Oos menambahkan.

Tidak berfungsinya irigasi sangat berdampak besar bagi masyarakat Tanjungjaya. Sawah menjadi kering akibat tidak teraliri air dengan baik.

"Hari ini lahan persawahan hanya di jadikan alang-alang gersang. Yang terjadi hari ini di Tanjungjaya, hanya sebatas bisa menanam singkong,"kata Oos.

Wakil Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin mengatakan sudah mendengar jika masyarakat lima desa butuh air. Semuanya butuh karena kondisi irigasi Ciramajaya belum berfungsi baik. Pemerintah daerah akan menyampaikan masalah warga pada pemerintah provinsi karena kewenanganya.

"Kami minta perwakilan untuk dirumuskan surat dibawa ke Pemerintah Jabar. Karena irigasi ada di kewenangan BKPSDA Provinsi Jabar. Kami akan membawa surat untuk dibawa ke Bandung," ujarnya.

Aksi massa sempat diwarnai keributan dengan petugas. Massa aksi meminta masuk kantor bupati namun dihalangi petugas yang berjaga.

(mso/mso)