Pengungsi Banjir Dayeuhkolot Terpaksa Makan Nasi Garam

M Iqbal - detikNews
Minggu, 28 Nov 2021 18:10 WIB
Warga korban banjir Dayeuhkolot terpaksa mengungsi
Foto: M Iqbal
Kabupaten Bandung -

Sejumlah warga yang mengungsi akibat rumahnya terendam banjir terpaksa makan hanya ditaburi garam. Pasalnya, sejumlah alat masak dan kebutuhan pokok mereka terendam banjir setinggi 1,5 meter.

Saat ini, di Desa Dayeuhkolot, Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung terdata ada 17 keluarga atau sebanyak 45 jiwa telah mengungsi akibat rumahnya terendam banjir.

Dengan kondisi seadanya mereka harus bertahan beberapa hari di pengungsian hingga banjirnya surut.

Seperti dilakukan Hodijah. Ia sejak Sabtu (27/11) malam sudah mengungsi ke lokasi pengungsian. Usianya yang sudah tidak lagi muda, mengharuskannya pergi ke pengungsian terlebih dahulu sebelum banjir meninggi.

Dengan kondisi seadanya, ia pergi ke pengungsian tanpa membawa peralatan masak atau sembako.

Di pagi hari, dirinya terpaku menahan lapar. Sama halnya dirasakan pengungsi lainnya. Akhirnya, mereka hanya dapat memasak nasi dengan hanya ditaburi garam.

"Orang gak ada lauk pauknya, jadi sama garam aja," ucapnya.

Ia bersama pengungsi lainnya pun berharap agar sejumlah bantuan dapat segera datang. Hodijah menuturkan, saat ini yang diperlukan warga di antaranya, pakaian, sembako dan uang untuk membeli lauk-pauk.

"Iya paling itu, karena kita gak bawa uang bahkan kompor juga di rumah kerendam," ucapnya.

Selain itu, sejumlah sekat pun disediakan pihak desa di tempat pengungsian. Hal itu dimaksudkan agar menjadi perhatian warga agar tetap mewaspadai penularan COVID-19.

"Ya gak khawatir lah, kan udah pada divaksin," pungkasnya.

Sekadar diketahui, air Sungai Citarum mulai meluap sejak kemarin dan merendam Desa Dayeuhkolot. Ketinggian air bervariasi, dari 50 centimeter hingga 1,5 meter.

Simak juga 'Momen Garut Luluh Lantak Diterjang Banjir Bandang':

[Gambas:Video 20detik]



(ern/ern)